Cari Posting Lainnya

Memuat...

Kamis, 15 Mei 2014

Brownies Kukus Coklat Pisang

Masih seputar kue dan pisang, ada lagi resep yang menurut saya juara. Kalau dilihat-lihat, ini adalah twist dari resep Brownies Kukus Ny. Liem. Teksturnya mirip dan takaran bahannya juga hampir sama. Bedanya, resep yang ini tambah sedap karena ada aroma dan tambahan pisangnya.


Sama dengan Brownies Kukus Coklat Ny. Liem, kalau ingin kue yang padat, adonannya jangan dikocok sampai mengembang dan ringan, cukup sampai putih dan kental berjejak saja. Sebaliknya kalau ingin kue yang lembut dan ringan, kocoklah adonannya sampai mengembang sekali. Nanti hasil akhir kuenya akan ringan seperti sponge cake.

Sepertinya resep ini bisa juga dibuat menjadi cupcake.

Resep ini kalau nggak salah saya catat dari majalah Femina jaman dulu. Saya lupa sudah berapa lama resep ini ada di buku resep saya, akhirnya baru dipraktekkan sekarang.. hehehe.

BROWNIES KUKUS COKLAT PISANG


Bahan :
3 butir telur
50 gram gula pasir
1/4 sdt garam
1/2 sdt emulsifier
75 gram tepung terigu protein sedang
15 gram cokelat bubuk
75 gram Dark Cooking Chocolate, lelehkan.
150 gram pisang ambon matang, haluskan.*bisa dihancurkan pakai garpu.
40 ml minyak goreng
1/2 sdt pasta moka

Method :
1. Siapkan loyang 20x20 cm, olesi margarin, alasi dengan kertas roti dan oles lagi dengan margarin (*saya kemarin pakai loyang loaf 12x24 cm, seharusnya pakai loyang 10x20 cm aja biar lebih pas tingginya).
2. Panaskan kukusan, campur coklat leleh dan minyak, aduk rata.
3. Campur terigu dan cokelat bubuk, sisihkan.
4. Kocok telur, gula, garam dan emulsifier hingga lembut dan mengembang. Masukkan pisang, kocok lagi hingga rata.
5. Tambahkan terigu dan cokelat bubuk sambil diayak, aduk rata.
6. Tuang cokelat leleh dan pasta moka, aduk hingga benar-benar rata.
7. Tuang adonan ke dalam loyang, kukus selama kurang lebih 20-25 menit atau sampai matang. *Jangan lupa tes dengan tusuk gigi ya.

Banana Cake Tanpa Komplain

Selamat hari raya Waisak untuk yang merayakan. Wah nggak terasa udah bulan Mei lagi ya, belakangan saya seperti terkena sindrom baking blue. Entah kenapa rasanya malas sekali ke dapur untuk ngutak-ngatik resep. Mungkin gara-gara setengah hati itulah, tiap kali iseng bikin kue, hasilnya pasti nggak maksimal. Hahaha..


Tapi namanya juga tukang makan, di satu titik saya pengen sekali makan kue bikinan sendiri. Akhirnya sekarang sudah mulai lagi manggang kue dan bikin cemilan.

Kemarin ini saya beruntung sekali, kenalan saya yang punya kebun baru panen pisang dan singkong. Wah happy deh pokoknya, dapat beberapa buah singkong yang besarnya sebetis. Pisang ambonnya sengaja saya sisihkan sebagian untuk diolah jadi kue. Hehehe.. padahal dimakan begitu aja udah enak banget lho, apalagi dibikin kue, hasilnya jauh lebih enak lagi.


Kalau males cuci loyang, bisa juga dipanggang dalam loyang muffin seperti ini. Praktis!

Dulu saya pernah berbagi resep Banana Cake yang pemaaf, tapi menurut suami hasilnya kurang oke karena kalau sudah dingin rasanya jadi berminyak. Nah, sekarang saya coba jajal resepnya NCC yang sudah tersohor. Ternyata lebih enak resep NCC lho! Rasanya lebih ringan dan lebih harum, dua loyang Banana Cake (yang satu saya bagi ke nyokap) ludes tanpa komplain. Untuk yang mau jajal, silakan contek resepnya.

BANANA  LOAF
Penulis: Fatmah Bahalwan
Begitu keluar dari oven, wanginya bikin saya kepengen cepet nyicip.
Bahan A :
3 buah pisang Ambon
1 sdm air jeruk lemon
Bahan B :
225 gram tepung terigu protein sedang
1 sdm bumbu spekoek
1 sdt Baking Powder Double Acting
 
Bahan C :
150 gram mentega
110 gram coconut sugar / palm sugar
40 gram gula pasir
5 butir kuning telur
 
Bahan D :
5 butir putih telur, kocok kaku
 
Cara membuatnya :
1. Bahan A: haluskan pisang, beri air jeruk lemon, aduk rata, sisihkan.
2. Bahan B : aduk rata semua bahan, ayak, sisihkan.
3. Bahan C: kocok mentega, gula palem dan gula pasir hingga lembut dan pucat, masukkan kuning telur satu persatu, kocok terus hingga rata.
4. Matikan mikser, tuang campuran bahan B ke dalam adonan, aduk rata.
5. Tuang bahan A, aduk rata. Masukkan bahan D secara bertahap, aduk rata.
6. Masukkan adonan ke dalam loyang loaf ukuran 12x24x7cm yang sudah dipoles mentega dan ditaburi tepung. Panggang dalam oven suhu 180’C selama kurang lebih 45 menit atau hingga matang. *saya kemarin di suhu 170 derajat sekitar 30 menit pertama, lalu diturunkan ke 160 derajat.

Rabu, 05 Maret 2014

My Epic Easy Kimchi (Mak Kimchi) Project

Ini sebenarnya udah dikerjakan sejak lama, kalau nggak salah tahun 2012 kemarin. Tapi saya lupa terus mau cerita di sini. Waktu itu saya tergila-gila banget sama kimchi (sekarang juga sih), jadi saya betul-betul bertekad untuk bikin kimchi homemade. Kebetulan waktu itu saya juga baru aja ikutan gathering dengan Maangchi, dan sempat mencicipi kimchi buatan Mariska yang enak banget. Jadi makin semangat deh untuk menjajal resep kimchi.

Fresh handmade kimchi, jauuuh lebih enak daripada yang kemasan.

Yang saya coba ini resep untuk kimchi yang simpel, kalau kata Maangchi, ini easy kimchi. Soalnya bahannya dipotong-potong dulu sebelum diaduk rata dengan bumbunya. Ini benar-benar mempermudah dalam proses pengerjaan, karena kalau bahannya masih utuh, agak sulit membalurkan bahan bumbu ke sayurannya sampai rata.


Setelah jadi, kimchi-nya bisa langsung disantap. Nah, kalau kita berhasil, kimchi-nya pasti sudah enak rasanya meski belum terfermentasi.

Masa penyimpanan si kimchi ini sudah saya jajal sampai 6 bulan (soalnya yang makan cuma saya sendirian, jadi lama habisnya). Dan semakin lama disimpan, rasanya makin enak. Tapi simpan dengan baik ya, karena kalau kurang higienis, bisa berjamur kimchi-nya.
Silakan disimak resepnya, ada video juga dari Maangchi supaya lebih jelas untuk tahapannya :



Easy Kimchi (Mak Kimchi)
Resep aslinya saya contek dari sini.


Bahan (saya cuma pakai setengahnya) :
4.5 kg sawi putih
1 cup bawang putih yang sudah dikupas.
1-2 sdm jahe
1 cup bawang bombai (1/2 bawang bombai ukuran besar)
2 cup daun bawang besar / leek, iris miring sepanjang 2 cm
10 batang daun bawang, iris miring.
1/4 cup wortel, iris tipis memanjang.
2 cup lobak putih, iris tipis memanjang.
1/2 cup tepung ketan
1/4 cup gula
1 cup kecap ikan
2.5 cup bubuk cabe Korea / gochugaru (jangan diganti dengan bubuk paprika atau bubuk cabe lokal ya, nanti jadi nggak enak rasa kimchi-nya.
1 cup garam
Air secukupnya

Method :
1. Potong memanjang sawi putih menjadi 2 bagian, lalu potong memanjang lagi masing-masing menjadi 2 bagian. Buang bagian tengahnya lalu potong-potong ukuran bite size.


2. Rendam potongan sawi dalam air, taburi garam.


3. Setiap 30 menit sekali, balikkan potongan sawi untuk meratakan garamnya. Biarkan selama 1.5 jam.

4. Sementara itu, siapkan adonan tepungnya : Dalam panci, aduk rata 3 cup air + 1/2 cup tepung ketan. Didihkan sambil diaduk-aduk.
5. Kalau sudah muncul gelembung, sekitar 5 menit kemudian, tambahkan gula. Aduk rata dan masak kembali sampai adonan jadi berwarna agak transparan. Angkat dan dinginkan.


6. Untuk pasta kimchi : Blender bawang putih, bawang bombai yang sudah dipotong-potong, jahe dan kecap ikan. Tuang ke wadah, tambahkan adonan bubur tepung dan aduk rata.
7. Tambahkan bubuk cabe (bisa dikurangi takarannya kalau tidak suka pedas), aduk rata.


8. Masukkan irisan daun bawang besar, daun bawang, wortel, dan lobak ke dalam adonan pasta kimchi. Aduk rata.


9. Setelah 1.5 jam, bilas potongan sawi dengan air bersih 3 kali supaya benar-benar bersih. Tiriskan dan sisihkan. Nah, sekarang tinggal penyelesaian.
10. Di baskom atau wadah yang besar (pastikan wadahnya cukup besar ya, supaya gampang waktu proses mengaduknya), masukkan sawi, kemudian tambahkan pasta kimchi dan aduk sampai rata dengan tangan.

Hati-hati ya, bubuk cabenya bikin tangan terasa panas lho.

11. Setelah tercampur rata, pindahkan ke wadah kedap udara dan simpan dalam lemari es. Atau bisa juga langsung dimakan. Enak banget dijadikan teman makan nasi.


Selamat mencoba ya, fighting! :D

Minggu, 15 Desember 2013

Ddeokbokki (Korean Spicy Rice Cake)

Bagi para penggemar serial drama Korea, pasti sering lihat penampakan si Ddeokbokki ini deh. Saya bukan penggemar drama Korea, tapi saya sering banget lihat si Ddeokbokki. Pertemuan pertama saya dengan si rice cake itu waktu adik saya pulang dari festival kebudayaan di FIB-UI, dia jajan dan salah satunya ada si Ddeokbokki. Waktu itu saya makan yang versi cupu karena yang jualan sesama mahasiswa. Tapi itu aja udah enaaak banget, rasanya kenyal dan bumbunya manis pedas melumuri si rice cake.

Sebenarnya ini masih kurang kental sausnya, harusnya lebih kering dari ini.

Dari situ saya penasaran banget, gimana cara bikinnya. Tadinya sih yang dicari itu di mana saya bisa membeli yang udah jadi, biar tinggal makan.. hehehe. Tapi ternyata menu ini langka, akhirnya saya mencari tahu bagaimana cara buatnya. Ternyata mudah banget!


Yang jadi kendala cuma ddeok-nya alias si rice cake. Dulu waktu makanan Korea belum sepopuler sekarang, sulit sekali mencari toko yang menjual si rice cake. Sampai akhirnya saya datang ke Interfood dan menemukannya di stand Mu Gung Hwa. Hwoohh.. betapa happy-nya saya!

Belakangan, Tuhan mengabulkan doa saya, Maangchi beberapa waktu lalu mengajarkan cara membuat rice cake dari scratch! Padahal dulu waktu saya tanya, dia bilang supaya saya beli aja daripada bikin sendiri karena effort-nya terlalu banyak. Lebih baik beli, praktis katanya :D



Resep Ddeokbokki yang saya pakai ini adalah resep paling basic, belakangan ada resep yang lebih mantap dengan menggunakan lebih banyak bahan dari Maangchi. Ini videonya :




Ddeokbokki (Korean Spicy Rice Cake)
Sumbernya dari Maangchi, tapi sepertinya resepnya sudah di-update dan nggak ada lagi.


Bahan (untuk 1-2 porsi) :
150 gram rice cake, potong-potong sepanjang 5 cm.
2-3 sdm gochujang (hot pepper paste)
1/2 sdm gula
2 cup air
3-4 ikan teri yang besar
3-4 batang daun bawang

Method :
1. Dalam panci, tuang air dan masukkan ikan teri yang sudah dibuang kepala & bagian perutnya. Rebus selama 10 menit dengan api sedang.
2. Angkat ikan terinya dan masukkan rice cake, gochujang, gula dan 1 sdm bubuk cabe (optional, ini akan membuat hasil akhirnya agak pedas). Masak sambil terus diaduk.


3. Potong-potong daun bawang sepanjang 5 cm, lalu tambahkan ke dalam panci.
4. Masak semuanya sambil diaduk terus sampai saus mengental dan rice cake-nya jadi mengkilap.
5. Angkat dan sajikan.

Minggu, 22 September 2013

Runny's Japanese Curry Rice

Pasti banyak deh yang penasaran sama resep ini, hehehe.. Saya juga dulu penasaran banget sama Japanese Curry Rice. Duluuu sebelum bahan makanan impor banyak beredar di pasaran seperti sekarang, saya cuma bisa ngiler dan membayangkan seperti apa rasanya nasi kare ala Jepang. Soalnya tiap baca komik atau nonton dorama, pasti menu ini muncul.

Dimakan bareng nasi merah juga enak lho!
Sebagai pelipur lara, biasanya saya suka membayangkan menu kentang dagingnya nyokap sebagai Japanese Curry.. hahaha. Yang mirip sih warna cokelat dan penampilannya aja :D

Ini juga nggak kalah enak, lain kali saya posting deh resepnya :D
Berkat video-nya Runny, saya akhirnya bisa menjajal resep kare Jepang. Tadinya sih cuma ditonton aja beberapa kali sambil ngiler.. soalnya bumbu karenya yang mirip cokelat batangan itu susah sekali dicari. Sampai akhirnya Tuhan menjawab doa saya :D tiba-tiba di hypermarket di Bogor, bermunculan berbagai jenis bahan makanan impor. Horee!

Kalau bisa makan pedas, lebih enak beli yang hot. Yang ini sih terlalu mild buat saya.

Sebenarnya sebelum mencoba masak kare ini, saya sempat icip-icip dulu di Ootoya Kitchen. Soalnya kalau masak di rumah, otomatis yang makan bukan saya aja. Jadi harus tahu nih, apakah rasanya bakalan aneh banget atau nggak. Bisa-bisa nanti diomelin kalau saya masak menu yang terlalu "out of this world".

Ini yang veggie curry, rasanya agak manis dibanding karenya Runny.

Ternyata enak lho, aromanya mirip kari Indonesia, bedanya mereka nggak pakai santan, konsistensi kuahnya kental seperti saus dan rasanya dominan manis. Tapi buat saya sih enak, meski kalau dimakan terlalu banyak jadi agak eneg karena cita rasanya agak nanggung, nggak "deep flavor" seperti kari Indonesia.

Nah, buat yang penasaran juga, silakan ditonton videonya Runny-san supaya tahu kira-kira seperti apa sih penampakan kare Jepang. Nanti kalau sudah ngiler, silakan praktekkan resepnya :D Menurut saya sih resepnya Runny ini rasanya enak-enak jadi nggak takut gagal deh.



Runny's Curry Rice



Bahan (untuk 4-5 porsi) :
250 gram daging sapi (saya ganti dengan paha ayam)
450 gram bawang bombai, iris. *kurang lebih 2 buah ukuran besar
270 gram wortel, dipotong-potong agak tebal. *kurang lebih 2 batang ukuran sedang
150 gram terong  *kurang lebih 2 batang ukuran sedang
340 gram kentang, potong dadu ukuran besar, rendam dalam air.  *kurang lebih 2 buah ukuran besar
10 buah jamur champignon
5 gram bawang putih, cincang.
10 gram jahe, cincang.
2 lembar bay leaf
1200 ml air kaldu *saya pakai kaldu jamur yang dilarutkan ke air
1/2 buah apel, diparut (kemarin saya skip karena lupa beli apel)
2 sdm saos tomat
120 gram bumbu kare Jepang atau curry roux, serut dengan menggunakan peeler.

Method :
1. Potong-potong terong jadi bongkahan, rendam dengan air garam.
2. Dalam panci, tumis irisan bawang bombai sampai kecoklatan (kalau saya sampai benar-benar coklat dan mengkaramel, konon katanya jadi lebih enak :D). Tambahkan bawang putih + jahe, tumis lagi sampai harum.

Teruskan menumis sampai jadi lebih coklat lagi dari ini, aromanya jadi lebih harum.
3. Masukkan kaldu & bay leaf, didihkan dengan api kecil selama 10 menit.
4. Sementara itu, tumis wortel dan kentang kurang lebih 5 menit. Masukkan ke dalam kaldu, rebus selama 10 menit dengan api sedang. Buang buihnya.
5. Tumis terong dengan sedikit minyak sampai agak kecoklatan. Sisihkan.
6. Tumis jamur dengan sedikit butter, bumbui dengan garam dan lada. Sisihkan.
7. Tumis daging (kalau punya wajan anti lengket, tidak usah diberi minyak) sampai matang. Sisihkan.
8. Tambahkan irisan curry roux ke dalam kaldu, aduk sampai larut. Tambahkan parutan apel & aduk rata.

Saya males pakai peeler, jadinya diiris pakai pisau aja deh.
9. Masukkan saos tomat dan bahan lain yang sudah ditumis tadi. Masak dengan api kecil selama 15 menit.
10. Angkat dan sajikan dengan nasi hangat, yumm!

Note :
* Resep ini jadinya lumayan banyak, jadi pakai panci ukuran agak besar ya supaya nggak luber.
* Menurut info yang saya dapat, kare Jepang ini sangat fleksibel. Banyak sekali yang suka menambahkan bumbu "rahasia" ke dalam kare-nya. Ada yang menambahkan bubuk kare, apel, bahkan coklat!
* Kalau nggak suka terong, di-skip aja ya. Bisa juga diganti dengan sayuran lain.


 
* Makannya bisa juga dengan roti atau seperti saya, donat.. hehehehe.