Cari Posting Lainnya

Memuat...

Sabtu, 26 Mei 2012

Ijo Ijo Nasi Pandan

Sebelum mencicipi si Nasi Pandan ini, saya benar-benar nggak punya bayangan kayak apa sih rasanya?
Nasi Pandan ini heboh banget di milis NCC, biasanya dibuat tumpeng dan orang-orang bilang enak. Hmm.. akhirnya setelah petik pandan dari rumah nyokap, dijajal deh resepnya.

Nasi pandan lauk Sambel goreng telur (puyuh).. hehe. Enaak :9
Setelah jadi dan dicicip, saya nggak bisa bilang saya suka atau tidak suka. Hehehehe.. soalnya menurut saya si nasi ini enak kalau dimakan dengan lauk yang tepat. Dari dua kali percobaan--yang pertama lauknya sambal goreng telur puyuh dan yang kedua lauknya cuma bakwan goreng-- saya menyimpulkan kalau si nasi pandan cocoknya dengan lauk yang berbumbu dan sepertinya makin maknyus kalau dimakan bareng daging-dagingan. Kalau lauknya polos-polos misalnya tahu atau tempe goreng aja, pasti nggak berasa enaknya karena terus terang bau pandannya agak santer dan bikin eneg. Minimal harus ada sambel untuk menetralisir.

Tekstur dan rasanya sebenarnya mirip nasi uduk tapi yang ini plus wangi pandan. Metode pembuatannya sangat simple, yang ribed mah menyiapkan side dish-nya. Hehehe.. nah saya bagi resepnya ya. Siapa tahu ada yang minat mencoba.

NASI PANDAN
Nyontek dari webnya NCC



Bahan :
500 gr   beras putih
100 ml  santan kental
500 ml  air
1 sdm   garam
15 lbr    daun pandan
















Method :
1. Potong-potong daun pandan, blender bersama saparuh bagian air, saring peras. Campur air pandan bersama santan, dan sisa air hingga jumlah total menjadi 600ml.

Pandan yang sudah diblender dan diperas airnya.


2. Kukus beras hingga panas, sambil masak campuran air pandan hingga mendidih. Matikan api.

3. Campur beras panas dengan air pandan panas, aduk rata dan biarkan semua air terserap habis.
4. Kukus kembali beras selama 20 menit. Angkat. Sajikan. (*gampang kan?)

Minggu, 13 Mei 2012

Amayzing May

Bulan Mei betul-betul bulan yang penuh surprise, selain makin sibuk, Eggknock juga dapet banyaaak sekali berkat. Suatu hari ada message dari Mbak Icha, yang isinya memberitahukan kalau blog Eggknock di-review di majalah CHIC edisi terbaru.


Waktu baca pesan itu saya sampai bengong, saya pikir mungkin Eggknock hanya di-mention aja di salah satu artikel. Hehehe.. dengan penuh rasa penasaran dan deg-degan saya pergi ke Giant hari itu juga. Mau ngintip apa betul Eggknock ada di CHIC. Ternyataa Giant tidak menjual majalah CHIC.. hahaha... malam itu saya jadi harap-harap cemas nggak bisa tidur.

Lalu besoknya sibuk-sibuk-sibuk dan saya harus mengantar kue ke markas Suddenly Sudden. Seminggu sebelumnya saya udah janjian untuk main ke markas mereka, mengantar kue pesanan yang nantinya mau difotoin. Ini pun hasilnya nggak disangka-sangka! Foto-foto kuenya jadi baguuuus banget! Saya sampai terharu.. dan sempat ngiler dengan kamera mereka :D


Berkat props dari Suddenly, kuenya jadi keliatan mantap :D



Sampai rumah aja sempat bergulat selama 2 hari untuk milih-milih fotonya. Udah terlanjur terpesona dengan foto-fotonya yang cantik jadi proses seleksinya betul-betul sudah tidak objektif.. hahahaha. Foto-foto lainnya bisa diintip di halaman facebook kami yaa. (*cover photonya juga udah diganti dengan salah satu foto cantik hasil jepretan Suddenly, hahahaha.)

Baru sempat ke Gramedia lagi 2 minggu setelah saya terima message Mbak Icha. Antara ragu-ragu dan nggak berani berharap, saya ke deretan majalah dan cepat-cepat membalik halaman majalahnya.. Hwaaa! Begitu sampai di blog review, kepala saya rasanya hampir pecah saking senangnya. Eggknock dapat 1 halaman! Dengan review yang lengkap dan bagus pula.. duh rasanya senaaaaang banget. Thank you buat Mbak Icha, review-nya oke banget!


Mungkin kedengarannya norak ya.. hehehe. Tapi saya sempat terharu juga, rasanya seperti dapat suatu pencapaian. Semoga ke depannya produk-produk Eggknock juga bisa diliput media yaa *ngarep*.


Sudah selesai dengan semua kehebohan ini, masih ada satu lagi yang bikin saya senyum lebar, Opera Cake perdana saya dapat sambutan yang sangat positif dari keluarga. Mereka kaget karena saya bisa bikin cake yang rasanya nggak kalah dengan buatan bakery. Meskipun tampilannya kurang "seru", yang penting rasanya yahud. Hehehehe..


Hwaaa, betul-betul bulan yang menakjubkan. Semoga berkat yang saya terima bisa menyebar juga ya ke semua orang :D

Jumat, 20 April 2012

Bazaar Perdana, Panik di Art Market Kopi Keliling


Kalau boleh jujur, biasanya kalau ada info soal bazaar, saya cuma bisa pass. Hehehe.. soalnya semuanya masih dikerjakan sendiri, jadi takut nggak kepegang, nanti malah kualitas kuenya turun dan bazaar-nya jadi mengecewakan.

Nah, Art Market-nya Kopi Keliling ini berawal dari pesanan seorang teman baik yang setia banget order kue dari Eggknock. Namanya Suddenly Sudden. Mereka sering sekali ikutan bazaar dan tadinya saya hanya diundang untuk datang berkunjung, sekalian mengantar pesanan brownis kukus favorit mereka.

Art Market di siang hari, pengunjungnya mulai ramai.
Art Market sore sesudah hujan, semua orang mulai ngemil.. hehehe.
Entah gimana, dari obrolan ringan lalu berlanjut jadi tawaran untuk ikutan bazaar karena belum ada vendor yang menjual dessert. Awalnya saya juga nggak banyak berharap waktu menghubungi panitia Kopi Kelilingnya. Nggak disangka, dua hari sebelum hari H, tiba-tiba saya dihubungi oleh panitia Art Market Kopi Keliling dan keikutsertaan saya disetujui. Wah, langsung heboh deh. Untung sebelumnya saya sudah sempat berandai-andai tentang apa yang mau saya jual kalau saya jadi ikutan, jadi langkah berikutnya tinggal menghitung jumlah kue yang mau dibuat dan mengatur jadwal.

Untungnya lagi, kue-kue saya selesai dengan selamat dalam 1.5 hari. Dan akhirnya kue yang dibuat hanya 4 macam. Namanya juga perdana, jadi banyak sekali yang masih perlu dibenahi terutama display-nya. Karena waktunya sudah habis untuk bikin kue, display-nya jadi ala kadarnya. Hehehe.. yaa pokoknya yang diutamakan rasa kuenya dulu deh.

Empat produk andalan Eggknock yang dijagoin untuk bazaar.
Bersebelahan dengan vendor kopi yang enaaak :)
Display Eggknock yang masih cupu :D
Semua barang yang ada di rumah dimanfaatkan untuk display.
Nggak sia-sia banget kehebohan sebelum bazaar-nya, karena ternyata kue-kue Eggknock mendapat sambutan yang sangat positif! Padahal acaranya sempat diinterupsi hujan deras, belum lagi hari itu masih ada sisa-sisa demo anti kenaikan BBM.

Choco Cupcake, aslinya brownis kukus coklat. Sempat menyita perhatian anak balita :D
Eggtart resep orisinil Eggknock.

Produk baru, Brownis Panggang Putih Telur.
Meski traffic pengunjungnya nggak terlalu ramai, tapi hampir semua yang sudah membeli kue ke stand Eggknock, balik lagi untuk second purchase.. ihiy! Yang jadi primadona hari itu tetap Medovik, banyak yang penasaran waktu dijelaskan kalau Medovik ini kue lapis krim resep Rusia.

Medovik yang laris manis :D
Rasanya betul-betul happy waktu kami melihat secara live reaksi dari semua pengunjung stand Eggknock. Semuanya menghabiskan kue yang mereka beli, belum lagi ada yang merekomendasikan ke teman-temannya. Ada juga yang minta dibungkus untuk dibawa pulang. Ada yang memakan kue beramai-ramai dan semuanya berkomentar "Enak!". Malah ada anak balita yang beli cupcake coklat Eggknock sampai 2 kali. It's such a heavenly day!

Display sebelum Art Market dibuka.
Display detik-detik menjelang pulang, setelah difoto, Medovik yang 3 potong itu raib juga :D
Di Bazaar itu kami juga kenalan dengan banyak vendor keren lainnya, salah satunya Koola Stuffa. Bangga sekali rasanya produk Eggknock bisa dibeli dan dipuji mereka pas bazaar kemarin :D

Penjual kue yang puas :D
Semoga lain kali ada lagi kesempatan untuk ikutan event seperti ini. Thank you banget Kopi Keliling untuk Art Market-nya yang inspiratif! Thank you banget untuk semua yang sudah berkunjung ke stand Eggknock, terutama untuk Suddenly Sudden yang sudah meng-encourage supaya Eggknock ikutan bazaar kemarin *hugs*.

Rabu, 11 April 2012

No Knead Donut

Biasanya kalau dapet resep donat, pasti melibatkan tenaga super kuli untuk nguleni adonannya. Soalnya saya pernah bikin donat yang diuleni sekedarnya, apalagi waktu itu belum ngerti apa artinya kalis. Hehehe.. jadilah donat saya bantat dengan suksesnya.

Karena itulah, saya hepi banget waktu ketemu resep ini.
Seperti biasa, tiap ketemu resep yang nggak seperti biasanya, pasti awalnya ragu. Apa bisa sukses ya, apalagi kasusnya donat, sudah nggak diuleni, nggak pakai ragi pula. Hilang deh 2 bahan utamanya.

Donat sebelum diberi topping.

Kemarin eksperimen topping-nya : gula donat dan choki-choki.. hehehe.

Tapi karena waktu itu lagi iseng (baca : lapar), akhirnya dicobain dan sukses! Bentuk dan penampakannya persis seperti yang ada di vidio. Ihiy! Baidewei, resep-resep yang ada di vidionya kelihatannya enak-enak lho. Ada beberapa yang metodenya lumayan merepotkan sih, tapi nanti kalau ada waktu boleh juga coba dijajal yang lainnya. Hehehe..


Memang sih donat ini rasanya nggak terlalu memuaskan, lebih mirip kue bantal, agak seret dan nggak terlalu manis. Tapi menurut saya sih cukup oke untuk teman minum teh dan sepertinya ini resep anti gagal. Tinggal tambah topping favorit untuk donatnya, jadi deh cemilan praktis. Kemarin total waktu pengerjaannya nggak sampai 30 menit. Monggo resepnya :D

NO KNEAD DONUT
hasil nonton Chef di Cooking with Dog


Bahan (untuk 16 donat mini):
100 gram tepung terigu serbaguna (kalau di resep aslinya pakai cake flour)
1 sdt Baking Powder
1 butir telur
2 sdm gula pasir (aslinya pakai brown sugar)
2 sdm susu cair
1 sdm mentega yang sudah dilelehkan
1-2 sdm gula donat untuk topping (atau bisa juga diganti dengan selai, cokelat leleh, bahkan susu kental manis. Menurut saya makin mantap topping-nya, makin enak rasa donatnya.)

Method :
1. Campur tepung terigu dan baking powder, ayak, sisihkan.
2. Kocok lepas telur, masukkan gula, kocok dengan garpu sampai gula larut.
3. Tambahkan susu dan mentega leleh ke kocokan telur, aduk sampai rata.
4. Buat lubang di tengah-tengah tepung, tuang telur ke dalamnya. Aduk dari arah dalam ke luar sampai benar-benar rata.
5. Panaskan minyak dalam wajan. Dengan menggunakan sendok makan, sendokkan adonan ke dalam minyak yang sudah panas. Goreng hingga kuning keemasan. Angkat (adonan donat akan mengembang sampai dua kali ukuran mentahnya).
6. Tunggu sampai donat benar-benar dingin, lalu beri topping sesuai selera.

Selasa, 27 Maret 2012

4 Nominasi Kembang Tahu ala Eggknock

Sebenarnya ini bukan hobby, bukan sengaja juga. Cuma kebetulan beberapa kali saya pergi ke beberapa tempat, ketemu terus dengan kembang tahu. Karena di Bogor memang jarang banget yang jualan makanan ini, jadilah tiap kali ketemu kembang tahu, saya pasti beli.

Daripada fotonya cuma ngumpet di kompi, lebih baik saya share aja disini.

1. Kembang Tahu Taiwan

Hanya 1 macam topping aja sudah banyak, apalagi 3 ya?
Lokasi : Ditemukan di tempat jajan di daerah Kaohsiung, tepatnya di Liu He Night Market (tapi kalau diperhatikan sih, jajanan di Taiwan hampir semuanya sama, biasanya jajanan yang saya temukan di Taipei ada juga di Kaohsiung).
DC (Damage Cost) : Waktu itu saya ditraktir jadi saya tidak punya informasi untuk harganya, tapi setahu saya harganya masih terjangkau. Nggak sampai 50 ribu rupiah untuk 1 porsi besar.
Tingkat kekenyangan : 4/5. Porsinya lumayan besar untuk ukuran dessert. Waktu itu sih 1 porsinya saya makan berdua, mungkin kalau sudah kenyang banget, 1 porsi bisa untuk bertiga.
Tekstur : Kembang tahunya lumayan lembut, kalau di Indonesia mungkin mirip tofu telur, agak kenyal dan padat. Disajikan dalam bentuk bongkahan besar, nggak seperti kembang tahu lokal yang bentuknya lembaran-lembaran.
Kondimen : Air gula biasa, dengan volume yang cukup banyak. Tapi beda dengan di sini, air gulanya nggak terlalu manis. Jadi meski "banjir" begitu, masih aman-aman aja rasanya.
Special point : Selain kembang tahu, terdapat berbagai macam topping yang bisa dipilih sebagai pelengkap (saya lupa ada apa aja jenisnya). Mungkin kalau di Indonesia, hampir mirip dengan es campur. Yang di foto ini, topping-nya kacang merah yang sudah direbus dengan gula, jadi rasanya sudah legit dan agak manis. Mungkin kalau masih ada space sisa di perut, bisa juga dicoba mencampur antara 2-3 jenis topping yang ada.

2. Kembang Tahu Penang


Lokasi : Ditemukan di pasar kaget setiap pagi di hampir tiap daerah di Penang. Khusus untuk yang di foto ini, saya menemukan toko jadul Ming Xiang Tai yang terkenal karena kembang tahunya. Lokasinya di daerah Komtar yang merupakan terminal bus utama di Penang. Toko ini sebenarnya bukan khusus menjual kembang tahu, sepertinya sih yang dijagokan itu Eggtart (nanti mau saya bahas di artikel lain) dan berbagai pastry lainnya.

Toko Ming Xiang Tai yang"jadul" tapi keren.
Produk lainnya Ming Xiang Tai, semuanya seperti memanggil minta dicicipin.. hehe.

Eggtart andalan yang sudah dijual sejak 1979, jenisnya portuegese yang kulitnya berlapis-lapis itu.

DC (Damage Cost) : Kalau nggak salah waktu itu saya hanya membayar RM3 untuk semangkuk besar kembang tahunya.

Tingkat kekenyangan : 3.5/5. Meskipun porsinya hanya 1 mangkuk, tapi karena kembang tahunya padat banget, jadinya kenyang juga.
Tekstur : Kalau yang ini, kembang tahunya mirip banget sama tahu.. hehehe. Padat dan berat, bentuknya juga berupa bongkahan besar-besar tapi nggak berpori seperti tahu. Versi Ming Xiang Tai lebih lembut kalau dibandingkan dengan yang dijual di pasar. Kalau yang versi pasar, betul-betul seperti makan tahu dengan kuah air gula :D
Kondimen : Kuahnya kental, terbuat dari gula hitam yang dicampur dengan sedikit air. Meski kelihatannya pekat, tapi setelah dimakan dengan kembang tahu rasanya jadi pas. Mungkin untuk penggemar manis, akan terasa sedikit nanggung, tapi buat saya kalau lebih manis lagi, pasti bikin begah dan malah jadi eneg.
Special point : Secara pribadi, saya suka banget dengan toko ini. Interiornya sangat unik, kesan historisnya kental banget tapi tidak terkesan kumal atau jorok. Makanannya juga enak-enak dengan harga yang sangat reasonable. Presentasi untuk makanan yang dipesan juga OK, untuk kembang tahu mereka pakai mangkuk keramik kecil seperti yang digunakan untuk sapo tahu. Jadi dua jempol untuk suasananya.

3. Kembang Tahu Pontianak


Lokasi : Saya berhasil menemukan gerobak kembang tahu ini mangkal di depan SD Fajar Harapan di daerah Siantan, Pontianak. Mestinya di tempat lain juga ada, yang penting harus mengenali gerobaknya aja.. hehehe. Soalnya menurut saya gerobaknya hampir-hampir mirip dan mereka jarang sekali memberi label yang mendeskripsikan jualannya.


DC (Damage Cost) : Harganya hanya 3000 rupiah untuk 1 porsi ukuran mangkok cap ayam.
Tingkat kekenyangan : 2.5/5. Porsinya pas untuk makanan selingan, nggak terlalu besar dan nggak terlalu sedikit.
Tekstur : Kembang tahunya tipikal kembang tahu Indonesia yang ringan dan lembut. Bentuknya berupa lempengan-lempengan tipis yang buyar kalau terbentur sendok. Yummm...
Kondimen : Air gula bening yang nantinya dicampur dengan bubuk gula merah begitu disajikan. Yang unik adalah kuahnya bisa ditambahkan dengan susu kedelai, atau bahasa lokalnya air tahu :D
Special point : Biasanya kembang tahu dijual bareng dengan susu kedelai, saya kurang tahu sih dengan daerah lain tapi baru kali ini saya nemu kembang tahu yang dimakan bersama dengan susu kedelai.

4. Kembang Tahu Bogor


Lokasi : Kalau yang ini sih, lewat di depan rumah saya setiap hari.. hehehe. Kalau boleh digeneralisasi, mungkin ini tipe kembang tahu standard pedagang keliling.
DC (Damage Cost) : Harganya 4000 rupiah untuk porsi yang menurut saya terlalu sedikit >.<
Tingkat kekenyangan : 2/5. Menurut saya sih porsinya kurang memuaskan, mungkin kalau dibandingkan dengan 3 jenis yang sebelumnya, yang ini paling sedikit. Kira-kira 3/4 mangkok cap ayam.
Tekstur : Kembang tahunya tipis-tipis, cukup lembut tapi menurut saya rasanya hanya berhenti di lumayan saja, nggak bisa dibilang istimewa juga.

Kondimen : Air jahe + gula merah standar kuah kembang tahu lokal tapi untuk yang ini jahenya kurang terasa.
Special point : -

Sementara hanya 4 jenis yang saya punya informasinya, mungkin kalau nanti saya diberi kesempatan untuk jalan-jalan ke tempat lain dan menemukan jenis baru yang unik, saya akan update lagi. Thank you for reading :D