Cari Posting Lainnya

Memuat...

Selasa, 17 Maret 2015

Cheese Cake Ubi Ungu

Sudah lama banget nggak blogging! Saya akui beberapa bulan belakangan memang agak sibuk (ciee), ditambah lagi modem & kompi berturut-turut rusak.. hiks. Jadi sempat riweuh dengan dunia online.


Awal mula saya dapat resep ini sebenarnya karena saya sempat ketemu dengan teman sesama penggemar kuliner. Waktu itu kopdar perdana dan dia bawa japanese cheese cake buatan sendiri untuk dimakan ramai-ramai. Rasanya enaaaak banget! Soalnya memang dia sering sekali icip dan praktek bikin cheese cake, jadi sudah sangat paham seluk-beluknya. Cheese cake buatan dia yang saya makan waktu itu sama sekali tidak berpori dan sangat lembut.

Untuk hiasan atasnya, saya pisahkan sedikit adonan lalu diberi 2-3 tetes pewarna ungu.

Sesudah dingin, tengahnya retak karena ternyata masih agak basah :p
Nah setelah ngobrol panjang, saya diberi resep yang menurut dia enak dan unik. Saya memang agak payah kalau berurusan dengan cheese cake, kecuali yang tidak dipanggang. Jadi waktu saya praktekkan resep ini sesuai dengan tips yang diberikan, tetap aja hasilnya belum bisa secantik punya teman saya.. Hehehe.. Tapi kalo soal rasa sih, enaaak.

Rasanya ringan sekali, mirip cotton cake yang diberi sentuhan cream cheese.

POTATO CHEESE CAKE
Sumber : SEDAP 05/IX/08

 

Bahan : 
100 gr kentang kukus, haluskan (saya ganti dengan ubi ungu)
100 gr cream cheese
90 gr susu evaporated
60 gr mentega tawar (saya pakai mentega biasa dan skip garam)
120 gr kuning telur (6-7 telur)
50 gr tepung terigu protein rendah
20 gr tepung maizena
150 gr putih telur (5-6 telur)
¼ sdt gram (saya nggak pakai)
½ sdt cream of tartar
100 gr gula pasir halus

1 sdt vanilla extract atau air lemon (tambahan, boleh di-skip)

Method :
1. Tim cream cheese + susu evaporated sambil diaduk hingga keju larut.
2. Masukkan kentang dan mentega, aduk sampai mentega larut. Angkat.
3. Tambahkan kuning telur satu per satu, aduk rata.
4. Masukkan terigu & maizena sambil diayak, aduk rata. Sisihkan.
5. Kocok putih telur, garam & cream of tartar hingga berbusa. Tambahkan gula pasir sedikit demi sedikit, kocok hingga soft peak. (Tips dari teman saya, kocok dengan mixer kecepatan tinggi sampai mengembang, lalu turunkan ke kecepatan paling rendah. Kocok sampai soft peak supaya nggak ada porinya)
6. Tuang kocokan putih telur ke dalam adonan cream cheese sedikit demi sedikit sambil aduk balik hingga rata.
7. Tuang kedalam Loyang uk 26 x 26 x 4 cm yang dialas kertas roti TANPA oles mentega. (Saya pakai loyang bulat diameter 20 cm)
8. Oven au bain marie selama 40 menit dengan suhu 160 celcius. (Perhatikan waktu panggangnya dan tes tusuk ya, karena setiap oven beda-beda. Punya saya tengahnya ternyata masih agak basah.. huhuhu.
)

Senin, 01 September 2014

Puffy Pao De Queijo

Jujur, waktu pertama kali lihat orang-orang ramai membahas si Pao ini di milis NCC, saya nggak tertarik. Bahkan resepnya pun nggak saya catat.

Baru setelah saya nonton video dari Cooking With Dog, saya baru tahu kalau ini resep yang simpel dan ajaib. Karena dengan cara pembuatan yang sangat simpel, bisa menghasilkan kue yang kelihatan rumit.



Jadi pada dasarnya Pao De Queijo ini bahasa keren dari Cireng Keju.. hehehe. Rasanya persis banget sama Cireng, kulit luarnya garing dan dalamnya kenyal. Cuma beda tekstur sedikit aja, dan yang ini ada sentuhan kejunya :D
Fotonya pas udah gelap nih, jadi kurang maksimal cahayanya.

Kalau dengar cerita teman saya, si Pao ini disajikan di resto Brazil sebagai roti pendamping makanan utama. Jadi mirip lah dengan di resto Italia yang selalu menyajikan potongan roti sebagai makanan pendamping dan selalu di-reload kalau sudah habis.

Asal ovennya cukup panas, pasti hasilnya bulat cantik.
Kalau fungsinya sebagai cemilan seperti saya kemarin, mungkin akan lebih enak kalau di adonannya ditambahkan daun seledri, atau mungkin thyme, rosemary, atau daun bawang (?). Oh iya, jangan lupa makannya harus hangat-hangat ya. Sebegitu matang, sebaiknya segera dimakan dan dihabiskan. Karena saya sempat bikin terlalu banyak kemarin ini, begitu dingin, teksturnya berubah. Dan nggak akan seenak yang baru matang, meski dipanggang kembali. Jadi pastikan untuk membuat secukupnya.

PAO DE QUEIJO
sumber: member milis NCC - Mba Ade


Bahan:
220 gr tepung sagu
186 gr susu cair
70 gr mentega
95 gr keju parmesan, parut
2 butir telur
3 gr garam (saya skip)

Cara Membuat:
1. Didihkan susu, mentega dan garam.
2. Masukkan tepung sagu, aduk sampai tidak lengket lagi. 

3. Pindahkan adonan ke dalam mangkok kocok. Tunggu dingin sebentar. (Kalau saya, waktu memasak adonan 1 memakai wadah stainless jadi bisa langsung digunakan sebagai wadah kocok)
4. Kocok dengan mixer. Masukkan telur dan keju parmesan sedikit-sedikit sampai adonan tercampur rata. (Konsistensi adonan lebih kental dari adonan kue sus, dan lengket).
5. Bentuk diatas loyang dengan plastik segitiga atau bulatkan dengan tangan yang sudah dilumuri sedikit mentega. (Tenang aja, meski bentuknya nggak bulat sempurna, begitu mateng nanti pasti jadi bulat)
6. Panggang dengan suhu 180 derajat celcius hingga matang mengembang dan kecoklatan.

Jumat, 22 Agustus 2014

[Food Review] Genki Sushi

Bulan Agustus ini seperti roller coaster buat saya, sedih karena kehilangan sahabat terbaik. Dan senang karena kembali bertegur sapa dengan kawan-kawan lama, yang akhirnya dilanjutkan dengan reuni kecil-kecilan. Di awal bulan, saat kami merencanakan untuk kumpul, saya mengusulkan untuk ketemuan di Genki Sushi, Plaza Senayan.
Abalone Sushi, enaak. Tapi cuma sekali hap!
Saya tahu Genki Sushi dari adik yang juga diberi tahu oleh temannya. Waktu pertama kali datang, saya takjub melihat sistem restorannya yang hampir tidak tergantung pada pelayan. Selain cepat, semuanya jadi terasa praktis. Dengan konsep self-serve, pelanggan dibebaskan untuk menyiapkan sendiri peralatan makan, menyajikan sendiri makanan yang datang, bahkan menyeduh teh sendiri.

Pelayan hanya datang bila dipanggil, atau biasanya mereka sigap menuangkan teh dingin dan menyingkirkan piring yang sudah kosong.

Yakinlah, kalau ke sana nggak mungkin cuma makan 2-3 piring.
Restorannya mungkin tidak terlalu nyaman untuk keluarga, tapi untuk berkumpul dengan teman-teman, menurut saya lumayan cocok. Suasananya memang agak bising, tapi masih oke.

Ketika datang, kita akan dipinjamkan iPad untuk memesan makanan. Setelah makanan dipilih dan pesanan dikonfirmasi, nanti makanannya akan datang dengan kereta yang terletak di pojok tempat duduk.

Pada saat bayar, iPad-nya sekalian dikembalikan ke kasir untuk melihat jumlah tagihan.
Kereta imut pengantar makanan, yang ini Astro Boy.

Begitu makanan datang, kita tinggal angkat piringnya dan menekan tombol yang berkedip supaya keretanya kembali lagi ke dapur.

Ini sushi roll yang digoreng crispy, enak dimakan dengan sausnya.

Takoyakinya enak, tapi hanya 3 butir :D

Unagi! Totally recommended!

Yang ini salmon yang diberi Ra-Yu (minyak cabe).

Ebiko Gunkan, telur udang yang krenyes-krenyes.

Chirashi Sushi, yang ini porsinya lumayan kenyang. Isinya ada nasi sushi, omelet, dan berbagai sashimi yang dipotong kecil.

Nigiri dengan topping cumi mentah. Kenyal tapi tidak liat.
Saya sudah datang ke sana 2 kali, dan menurut saya sushi mereka enak. Sashimi-nya segar dan manis. Makanan lainnya juga enak-enak. Hanya porsinya saja yang menurut saya agak kurang. Hehehe.. tapi seru untuk makan ramai-ramai. Kami jadi bisa memesan bermacam-macam makanan dan saling mencicip.

Mari makaaaan!
Ubur-ubur yang dibumbui, disajikan dingin. Segar dan bumbunya pas.
Ini kalo nggak salah atasnya Natto.

Porsinya mini-minii, tapi enak. Yang ini Natto Maki.

Yang ini toppingnya tuna plus irisan daun bawang, enak!
Ini Kani Nigiri, toppingnya kepiting.
Mungkin yang harus diperhatikan itu harga tiap menu sebelum memesan. Untuk kasus saya dan teman-teman, banyak yang tidak memperhatikan harga dan main pesan. Begitu tagihannya datang, sempat agak kaget juga.. hahaha. Tapi overall saya suka dengan tempat ini, apalagi karena mereka menyajikan wasabi betulan (bukan pasta) yang free flow.

Plaza Senayan, Lantai Basement, Food Hall,
Jl. Asia Afrika, Senayan, Jakarta.
Tempat : 7/10
Rasa makanan : 8.5/10
Harga : mulai dari IDR 16.000 untuk sushi dan IDR 8.000 untuk ocha (porsi makanannya kecil, mungkin untuk yang tukang makan harus menyiapkan kocek agak tebal :D).

Anjing, Sahabat atau Santapan?

Bulan Agustus ini benar-benar bulan yang sibuk, banyak kejadian yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Minggu lalu, anjing kesayangan saya mati dengan cara yang sangat tragis.. Dia diculik oleh 2 orang yang sepertinya sudah terbiasa mencuri anjing dengan cara yang sangat kejam. May he rest in peace :(

My best friend, I will always remember you.
Untuk penikmat daging anjing, saya hanya ingin berbagi sejumput pemikiran saya. Pikirkanlah darimana asal daging anjing yang Anda konsumsi. Kalau memang pemilik restoran itu memiliki peternakan anjing seperti halnya seseorang memiliki peternakan sapi atau ayam, itu masih oke.

Pao dengan luka di wajah, beberapa hari sebelum menghilang.
Tapi gimana kalau anjingnya hasil dari mencuri peliharaan orang lain? Saya sering dengar perihal anjing liar yang ditangkap lalu dijadikan santapan. Tapi kalau anjingnya ada di balik pagar orang dan jelas-jelas dipelihara oleh orang itu? Yang Anda santap itu mungkin makhluk yang sudah dianggap seperti keluarga oleh orang lain.

Jadi tolonglah, pikirkan baik-baik dari mana asal santapan Anda.

Kamis, 15 Mei 2014

Brownies Kukus Coklat Pisang

Masih seputar kue dan pisang, ada lagi resep yang menurut saya juara. Kalau dilihat-lihat, ini adalah twist dari resep Brownies Kukus Ny. Liem. Teksturnya mirip dan takaran bahannya juga hampir sama. Bedanya, resep yang ini tambah sedap karena ada aroma dan tambahan pisangnya.


Sama dengan Brownies Kukus Coklat Ny. Liem, kalau ingin kue yang padat, adonannya jangan dikocok sampai mengembang dan ringan, cukup sampai putih dan kental berjejak saja. Sebaliknya kalau ingin kue yang lembut dan ringan, kocoklah adonannya sampai mengembang sekali. Nanti hasil akhir kuenya akan ringan seperti sponge cake.

Sepertinya resep ini bisa juga dibuat menjadi cupcake.

Resep ini kalau nggak salah saya catat dari majalah Femina jaman dulu. Saya lupa sudah berapa lama resep ini ada di buku resep saya, akhirnya baru dipraktekkan sekarang.. hehehe.

BROWNIES KUKUS COKLAT PISANG


Bahan :
3 butir telur
50 gram gula pasir
1/4 sdt garam
1/2 sdt emulsifier
75 gram tepung terigu protein sedang
15 gram cokelat bubuk
75 gram Dark Cooking Chocolate, lelehkan.
150 gram pisang ambon matang, haluskan.*bisa dihancurkan pakai garpu.
40 ml minyak goreng
1/2 sdt pasta moka

Method :
1. Siapkan loyang 20x20 cm, olesi margarin, alasi dengan kertas roti dan oles lagi dengan margarin (*saya kemarin pakai loyang loaf 12x24 cm, seharusnya pakai loyang 10x20 cm aja biar lebih pas tingginya).
2. Panaskan kukusan, campur coklat leleh dan minyak, aduk rata.
3. Campur terigu dan cokelat bubuk, sisihkan.
4. Kocok telur, gula, garam dan emulsifier hingga lembut dan mengembang. Masukkan pisang, kocok lagi hingga rata.
5. Tambahkan terigu dan cokelat bubuk sambil diayak, aduk rata.
6. Tuang cokelat leleh dan pasta moka, aduk hingga benar-benar rata.
7. Tuang adonan ke dalam loyang, kukus selama kurang lebih 20-25 menit atau sampai matang. *Jangan lupa tes dengan tusuk gigi ya.