Cari Posting Lainnya

Memuat...

Rabu, 05 Maret 2014

My Epic Easy Kimchi (Mak Kimchi) Project

Ini sebenarnya udah dikerjakan sejak lama, kalau nggak salah tahun 2012 kemarin. Tapi saya lupa terus mau cerita di sini. Waktu itu saya tergila-gila banget sama kimchi (sekarang juga sih), jadi saya betul-betul bertekad untuk bikin kimchi homemade. Kebetulan waktu itu saya juga baru aja ikutan gathering dengan Maangchi, dan sempat mencicipi kimchi buatan Mariska yang enak banget. Jadi makin semangat deh untuk menjajal resep kimchi.

Fresh handmade kimchi, jauuuh lebih enak daripada yang kemasan.

Yang saya coba ini resep untuk kimchi yang simpel, kalau kata Maangchi, ini easy kimchi. Soalnya bahannya dipotong-potong dulu sebelum diaduk rata dengan bumbunya. Ini benar-benar mempermudah dalam proses pengerjaan, karena kalau bahannya masih utuh, agak sulit membalurkan bahan bumbu ke sayurannya sampai rata.


Setelah jadi, kimchi-nya bisa langsung disantap. Nah, kalau kita berhasil, kimchi-nya pasti sudah enak rasanya meski belum terfermentasi.

Masa penyimpanan si kimchi ini sudah saya jajal sampai 6 bulan (soalnya yang makan cuma saya sendirian, jadi lama habisnya). Dan semakin lama disimpan, rasanya makin enak. Tapi simpan dengan baik ya, karena kalau kurang higienis, bisa berjamur kimchi-nya.
Silakan disimak resepnya, ada video juga dari Maangchi supaya lebih jelas untuk tahapannya :



Easy Kimchi (Mak Kimchi)
Resep aslinya saya contek dari sini.


Bahan (saya cuma pakai setengahnya) :
4.5 kg sawi putih
1 cup bawang putih yang sudah dikupas.
1-2 sdm jahe
1 cup bawang bombai (1/2 bawang bombai ukuran besar)
2 cup daun bawang besar / leek, iris miring sepanjang 2 cm
10 batang daun bawang, iris miring.
1/4 cup wortel, iris tipis memanjang.
2 cup lobak putih, iris tipis memanjang.
1/2 cup tepung ketan
1/4 cup gula
1 cup kecap ikan
2.5 cup bubuk cabe Korea / gochugaru (jangan diganti dengan bubuk paprika atau bubuk cabe lokal ya, nanti jadi nggak enak rasa kimchi-nya.
1 cup garam
Air secukupnya

Method :
1. Potong memanjang sawi putih menjadi 2 bagian, lalu potong memanjang lagi masing-masing menjadi 2 bagian. Buang bagian tengahnya lalu potong-potong ukuran bite size.


2. Rendam potongan sawi dalam air, taburi garam.


3. Setiap 30 menit sekali, balikkan potongan sawi untuk meratakan garamnya. Biarkan selama 1.5 jam.

4. Sementara itu, siapkan adonan tepungnya : Dalam panci, aduk rata 3 cup air + 1/2 cup tepung ketan. Didihkan sambil diaduk-aduk.
5. Kalau sudah muncul gelembung, sekitar 5 menit kemudian, tambahkan gula. Aduk rata dan masak kembali sampai adonan jadi berwarna agak transparan. Angkat dan dinginkan.


6. Untuk pasta kimchi : Blender bawang putih, bawang bombai yang sudah dipotong-potong, jahe dan kecap ikan. Tuang ke wadah, tambahkan adonan bubur tepung dan aduk rata.
7. Tambahkan bubuk cabe (bisa dikurangi takarannya kalau tidak suka pedas), aduk rata.


8. Masukkan irisan daun bawang besar, daun bawang, wortel, dan lobak ke dalam adonan pasta kimchi. Aduk rata.


9. Setelah 1.5 jam, bilas potongan sawi dengan air bersih 3 kali supaya benar-benar bersih. Tiriskan dan sisihkan. Nah, sekarang tinggal penyelesaian.
10. Di baskom atau wadah yang besar (pastikan wadahnya cukup besar ya, supaya gampang waktu proses mengaduknya), masukkan sawi, kemudian tambahkan pasta kimchi dan aduk sampai rata dengan tangan.

Hati-hati ya, bubuk cabenya bikin tangan terasa panas lho.

11. Setelah tercampur rata, pindahkan ke wadah kedap udara dan simpan dalam lemari es. Atau bisa juga langsung dimakan. Enak banget dijadikan teman makan nasi.


Selamat mencoba ya, fighting! :D

Minggu, 15 Desember 2013

Ddeokbokki (Korean Spicy Rice Cake)

Bagi para penggemar serial drama Korea, pasti sering lihat penampakan si Ddeokbokki ini deh. Saya bukan penggemar drama Korea, tapi saya sering banget lihat si Ddeokbokki. Pertemuan pertama saya dengan si rice cake itu waktu adik saya pulang dari festival kebudayaan di FIB-UI, dia jajan dan salah satunya ada si Ddeokbokki. Waktu itu saya makan yang versi cupu karena yang jualan sesama mahasiswa. Tapi itu aja udah enaaak banget, rasanya kenyal dan bumbunya manis pedas melumuri si rice cake.

Sebenarnya ini masih kurang kental sausnya, harusnya lebih kering dari ini.

Dari situ saya penasaran banget, gimana cara bikinnya. Tadinya sih yang dicari itu di mana saya bisa membeli yang udah jadi, biar tinggal makan.. hehehe. Tapi ternyata menu ini langka, akhirnya saya mencari tahu bagaimana cara buatnya. Ternyata mudah banget!


Yang jadi kendala cuma ddeok-nya alias si rice cake. Dulu waktu makanan Korea belum sepopuler sekarang, sulit sekali mencari toko yang menjual si rice cake. Sampai akhirnya saya datang ke Interfood dan menemukannya di stand Mu Gung Hwa. Hwoohh.. betapa happy-nya saya!

Belakangan, Tuhan mengabulkan doa saya, Maangchi beberapa waktu lalu mengajarkan cara membuat rice cake dari scratch! Padahal dulu waktu saya tanya, dia bilang supaya saya beli aja daripada bikin sendiri karena effort-nya terlalu banyak. Lebih baik beli, praktis katanya :D



Resep Ddeokbokki yang saya pakai ini adalah resep paling basic, belakangan ada resep yang lebih mantap dengan menggunakan lebih banyak bahan dari Maangchi. Ini videonya :




Ddeokbokki (Korean Spicy Rice Cake)
Sumbernya dari Maangchi, tapi sepertinya resepnya sudah di-update dan nggak ada lagi.


Bahan (untuk 1-2 porsi) :
150 gram rice cake, potong-potong sepanjang 5 cm.
2-3 sdm gochujang (hot pepper paste)
1/2 sdm gula
2 cup air
3-4 ikan teri yang besar
3-4 batang daun bawang

Method :
1. Dalam panci, tuang air dan masukkan ikan teri yang sudah dibuang kepala & bagian perutnya. Rebus selama 10 menit dengan api sedang.
2. Angkat ikan terinya dan masukkan rice cake, gochujang, gula dan 1 sdm bubuk cabe (optional, ini akan membuat hasil akhirnya agak pedas). Masak sambil terus diaduk.


3. Potong-potong daun bawang sepanjang 5 cm, lalu tambahkan ke dalam panci.
4. Masak semuanya sambil diaduk terus sampai saus mengental dan rice cake-nya jadi mengkilap.
5. Angkat dan sajikan.

Minggu, 22 September 2013

Runny's Japanese Curry Rice

Pasti banyak deh yang penasaran sama resep ini, hehehe.. Saya juga dulu penasaran banget sama Japanese Curry Rice. Duluuu sebelum bahan makanan impor banyak beredar di pasaran seperti sekarang, saya cuma bisa ngiler dan membayangkan seperti apa rasanya nasi kare ala Jepang. Soalnya tiap baca komik atau nonton dorama, pasti menu ini muncul.

Dimakan bareng nasi merah juga enak lho!
Sebagai pelipur lara, biasanya saya suka membayangkan menu kentang dagingnya nyokap sebagai Japanese Curry.. hahaha. Yang mirip sih warna cokelat dan penampilannya aja :D

Ini juga nggak kalah enak, lain kali saya posting deh resepnya :D
Berkat video-nya Runny, saya akhirnya bisa menjajal resep kare Jepang. Tadinya sih cuma ditonton aja beberapa kali sambil ngiler.. soalnya bumbu karenya yang mirip cokelat batangan itu susah sekali dicari. Sampai akhirnya Tuhan menjawab doa saya :D tiba-tiba di hypermarket di Bogor, bermunculan berbagai jenis bahan makanan impor. Horee!

Kalau bisa makan pedas, lebih enak beli yang hot. Yang ini sih terlalu mild buat saya.

Sebenarnya sebelum mencoba masak kare ini, saya sempat icip-icip dulu di Ootoya Kitchen. Soalnya kalau masak di rumah, otomatis yang makan bukan saya aja. Jadi harus tahu nih, apakah rasanya bakalan aneh banget atau nggak. Bisa-bisa nanti diomelin kalau saya masak menu yang terlalu "out of this world".

Ini yang veggie curry, rasanya agak manis dibanding karenya Runny.

Ternyata enak lho, aromanya mirip kari Indonesia, bedanya mereka nggak pakai santan, konsistensi kuahnya kental seperti saus dan rasanya dominan manis. Tapi buat saya sih enak, meski kalau dimakan terlalu banyak jadi agak eneg karena cita rasanya agak nanggung, nggak "deep flavor" seperti kari Indonesia.

Nah, buat yang penasaran juga, silakan ditonton videonya Runny-san supaya tahu kira-kira seperti apa sih penampakan kare Jepang. Nanti kalau sudah ngiler, silakan praktekkan resepnya :D Menurut saya sih resepnya Runny ini rasanya enak-enak jadi nggak takut gagal deh.



Runny's Curry Rice



Bahan (untuk 4-5 porsi) :
250 gram daging sapi (saya ganti dengan paha ayam)
450 gram bawang bombai, iris. *kurang lebih 2 buah ukuran besar
270 gram wortel, dipotong-potong agak tebal. *kurang lebih 2 batang ukuran sedang
150 gram terong  *kurang lebih 2 batang ukuran sedang
340 gram kentang, potong dadu ukuran besar, rendam dalam air.  *kurang lebih 2 buah ukuran besar
10 buah jamur champignon
5 gram bawang putih, cincang.
10 gram jahe, cincang.
2 lembar bay leaf
1200 ml air kaldu *saya pakai kaldu jamur yang dilarutkan ke air
1/2 buah apel, diparut (kemarin saya skip karena lupa beli apel)
2 sdm saos tomat
120 gram bumbu kare Jepang atau curry roux, serut dengan menggunakan peeler.

Method :
1. Potong-potong terong jadi bongkahan, rendam dengan air garam.
2. Dalam panci, tumis irisan bawang bombai sampai kecoklatan (kalau saya sampai benar-benar coklat dan mengkaramel, konon katanya jadi lebih enak :D). Tambahkan bawang putih + jahe, tumis lagi sampai harum.

Teruskan menumis sampai jadi lebih coklat lagi dari ini, aromanya jadi lebih harum.
3. Masukkan kaldu & bay leaf, didihkan dengan api kecil selama 10 menit.
4. Sementara itu, tumis wortel dan kentang kurang lebih 5 menit. Masukkan ke dalam kaldu, rebus selama 10 menit dengan api sedang. Buang buihnya.
5. Tumis terong dengan sedikit minyak sampai agak kecoklatan. Sisihkan.
6. Tumis jamur dengan sedikit butter, bumbui dengan garam dan lada. Sisihkan.
7. Tumis daging (kalau punya wajan anti lengket, tidak usah diberi minyak) sampai matang. Sisihkan.
8. Tambahkan irisan curry roux ke dalam kaldu, aduk sampai larut. Tambahkan parutan apel & aduk rata.

Saya males pakai peeler, jadinya diiris pakai pisau aja deh.
9. Masukkan saos tomat dan bahan lain yang sudah ditumis tadi. Masak dengan api kecil selama 15 menit.
10. Angkat dan sajikan dengan nasi hangat, yumm!

Note :
* Resep ini jadinya lumayan banyak, jadi pakai panci ukuran agak besar ya supaya nggak luber.
* Menurut info yang saya dapat, kare Jepang ini sangat fleksibel. Banyak sekali yang suka menambahkan bumbu "rahasia" ke dalam kare-nya. Ada yang menambahkan bubuk kare, apel, bahkan coklat!
* Kalau nggak suka terong, di-skip aja ya. Bisa juga diganti dengan sayuran lain.


 
* Makannya bisa juga dengan roti atau seperti saya, donat.. hehehehe.

Selasa, 17 September 2013

Interfood 2013

Meski telat hampir sebulan, rasanya Interfood ini tetap harus dibahas. Selain karena ini event yang cuma berlangsung setahun sekali, kapasitasnya internasional lho. Jadi menurut saya, beruntung sekali kalau punya kesempatan untuk datang dan melihat-lihat ke sana.

Display super keren di booth Tulip.
Seperti FHI, kalau mau datang ke Interfood ini harus dengan membawa undangan. Undangan ini kalau datang pas hari H, akan dikenakan biaya sebesar IDR 50.000. Saya biasanya dapat undangan gratis, caranya dengan mendaftar secara online dari jauh hari sebelumnya di website kristamedia.

Interfood tahun ini sebenarnya agak kurang meriah dibandingkan dengan yang tahun lalu. Banyak produsen besar yang (entah kenapa) nggak ikutan, seperti Unilever, Sukanda Jaya (Elle & Vire, Diamond). Yummy, ABC & Nestle juga nggak kelihatan. Menurut saya malah lebih ramai di FHI.

Contoh aplikasi coklat hias di booth Mero.
Tapi katanya sih Interfood ini memang fokus di industri, jadi banyak yang menawarkan harga spesial untuk pembelian produk mereka. Seperti Mero yang sedang promosi untuk choco filling mereka yang terbaru. Kemarin saya berhasil dibujuk untuk beli 2 jenis filling dari Mero yang sedang diskon :D

Sebenarnya pastry-pastry ini dijual, tapi dalam bentuk bekuan.. hiks sayang nggak bawa cool-box.

Cokelat transfer tema wayang dari Tigerson.
Tahun ini saya senang sekali karena pada saat pameran, saya bertemu dengan banyak teman-teman seperjuangan. Jadi ada teman untuk melihat-lihat dan diskusi. Saya juga sempat bolak-balik selama 2 hari, jadi lumayan puas. Sayang di hari kedua, saya lupa bawa kamera. Akhirnya terpaksa foto-fotonya hanya diambil menggunakan ponsel.

Cuma di event seperti ini, kita bisa lihat chocolatier beraksi.


Overall, Interfood tahun ini lumayan menarik, terutama untuk belanja. Tapi untuk kemeriahannya, FHI jauh lebih ramai. Untuk ngintip foto-foto lengkapnya, silakan main ke sini ya.

Kamis, 22 Agustus 2013

Indonesian Perkedel (Potato Pancakes)

Okay, so this will be my first post in English (hopefully it won't be my last). I decided to post about Indonesian Perkedel (Per-Ga-Dell) because lately I notice some similarities between Perkedel and Japanese Korokke. So I think maybe this is the kind of food that travels around the world and been through some adaptation here and there. Hopefully it can be as famous as Korokke :D

I always love Perkedel, can't even resist to eat one if I encountered with it. So the fact that it can be done with so many methods excites me.


I remember I used to help my Mom made Perkedel. We always made it using mortar and pestle, everything is smashed except for the green onions, so it was a lot of work. And because our family consists of many people, my mom had to went and make quite a lot of them. That is why it became a rare and exclusive menu in our family.


Basically, most ingredients works well with Perkedel. I've already done quite a lot of experiment with it. Of course we can't skip the potatoes, but everything else are experimental. I've tried skipping the meat and use only potatoes and fried garlic slice, or replaced the minced meat with canned corned beef, or replaced minced beef with minced shrimp. It all worked well!

I made this one using only potato and fried garlic. It's great for afternoon snack.

But, since I'm going to use my mom's recipe, I'm going to write the basic recipe and maybe you can add or skip some ingredients depends on how you like your Perkedel.

Indonesian Perkedel (Potato Pancake)


Ingredients :
3-4 large potatoes
1/4 - 1/2 cup of minced shrimp/beef (more meat makes coarser texture)
5-6 cloves of Indonesian red onions (you can replace this with 1/2 of a shallot, or if it's a hassle just skip it)
4 cloves of garlic (if you skip the red onions, add another 2 cloves, slice them all and fry until golden brown)
2 teaspoon of grated nutmeg (you can skip this if you don't like the aroma)
2 stalks of green onions, chopped.
salt and pepper
1 egg
oil for frying

Method :
1. Peel and cut potatoes into chunks, give them a good wash in cold water and put them in a basket or colander to drain the excess water.
2. Fry the potatoes until they are cooked. Set aside. Keep the oil in the pan for frying the Perkedel later on.
3. If you have pestle and mortar, bash the red onions and garlic until they become a coarse paste. If you don't have one (like me), you can use food processor or just finely chop them.

If you have a fresh nutmeg like this, just grate it right into the potato mixture.

4. Using a fork, mash the potatoes until it achieve a rather smooth texture. Or if you are a fan of silky smooth mashed potato texture, use pestle and mortar to pound them (My mom used pound half of the onions and then put in some potatoes, and bash them altogether so the onions won't spurt). *Avoid using food processor though, because it will make the Perkedel taste rubbery.
5. In a big bowl, combine the mashed potatoes, onions+garlic, chopped green onions, grated nutmeg and minced shrimp/beef. Add 2 teaspoon of salt and 1 teaspoon of pepper to taste.


6. Shape the mixture into a ball and slightly press them to flatten.


7. Re-heat the oil in medium-low heat and beat the egg.
8. When the oil is hot enough, coat Perkedel in beaten egg thoroughly and gently put it into the oil to fry.
It's better to do this with your hand to keep a nice smooth shape of the Perkedel.

Usually, I only put this much oil to fry them. So this is not considered as "deep fried" :D

9. When frying, don't turn it around until the bottom part turns brown and solid (it should only take 5 minutes), otherwise it will get messy.
10. After both sides are turning brown and solid, transfer it to paper towel or put it in a sift to drain the excess oil. And after that, it is ready to serve. I usually eat this with some rice and stir fried-veggies.

This one consists 40% minced beef in it, so it will give more "meaty" texture.

So, that is my favorite Perkedel recipe. I hope it is useful and please forgive my awkward English. Thank you for reading this post.