Cari Posting Lainnya

Memuat...

Sabtu, 22 Oktober 2011

Candied Sweet Potato

Gara-gara penasaran banget sama Kimchi, dan sempet gagal total bikin kimchi *hiks*. Jadi nyangkut ke websitenya Maangchi. Tadinya cuma baca-baca resep kimchi soalnya untuk kimchi aja resepnya ada macem-macem. Tapi setelah akhirnya beberapa kali praktek kimchi dan nggak pernah berhasil bikin yang enak, akhirnya saya nyerah dan mengobati sakit hati dengan melihat-lihat resep si Maangchi yang lain.

Yang bikin saya betah di webnya itu adalah karena dia rajiiin banget, hampir di tiap resep ada video-nya. Udah gitu, dia type yang emak-emak pisan, nggak pake basa-basi seperti ahli masak pada umumnya, semua gerakannya pure ala Ibu-ibu rumahan. Malah ada beberapa video yang menurut saya menunjukkan kalau dia sebenarnya agak ceroboh.. hehehe. Tapi itu justru yang bikin videonya nggak membosankan dan asik ditonton.

Tambahan lagi, saya ini termasuk orang yang berpendapat kalau masak itu nggak boleh terlalu perfect, kalau kayak gitu nanti makanannya malah jadi nggak punya "jiwa". Jadi masih okelah kalau juru masaknya sedikit clumsy.

Si Maangchi ini sebenarnya tante yang funky abis, tapi entah kenapa dari cara dia pegang pisau, cara dia masak dan ngebumbuin masakannya, saya punya feeling kalau masakannya pasti enak. Nah, tadinya saya penasaran banget sama resep-resep beratnya. Tapi karena sebagian besar melibatkan bahan yang nggak dijual disini (dijual disini pun harganya aduhai mahalnya), jadi saya beralih ke appetizer dan snack.

Kebetulan ketemu resep Candied Sweet Potato, jadi inget 1 tahun lalu pernah dibagi sama adik yang kuliah di UI. Waktu itu dia euforia di pasar kaget mahasiswa yang diadakan sama mahasiswa asing UI. Dia jajan banyaak banget snack Korea, salah satunya si Sweet Potato ini. Dulu pas pertama kali makan, takjub banget sama rasanya, dan penasaran banget sama cara buatnya. Akhirnya setelah ketemu resepnya, buru-buru dipraktekin.

Kalau dilihat sih penampakannya mirip Ubi yang dikasih gula merah biasa. Tapi setelah dicicip, sesuai namanya tekstur luarnya memang crunchy ala permen. Ajaib deh, rasanya takjub dengan resep yang simpel ini bisa menghasilkan sesuatu yang unik.

CANDIED SWEET POTATO
Resep aslinya plus videonya ada disini
Setelah bikin ini, kayaknya spun sugar jadi nggak kelihatan susah :D
Bahan :
1-2 buah (kurang lebih 500gr) ubi merah *pakai ubi putih juga OK
3-4 sendok makan gula pasir
minyak untuk menggoreng
biji wijen hitam (optional, tapi kalau ada, bisa menambah cita rasa)

Method :
1. Kupas ubi, cuci dan potong-potong. Kalau aslinya ngikutin tante Maangchi, potongnya serong-serong mirip segitiga yang sisinya membulat (bahasanya ribed yah), jadi nggak terlalu tebal. Caranya ubi dibelah 2 atau 4 sampai ukurannya agak kecil, lalu diiris menyerong, tebalnya kurang lebih 1 cm. Tapi sepertinya diiris memanjang seperti bentuk stik french fries juga OK.
 2. Goreng ubi dengan api agak besar sampai kuning kecoklatan. Angkat dan sisihkan.
Potongannya agak menyerong jadi ada sudut yang tebal dan tipisnya.
3. Coating gulanya : Panaskan sedikit minyak, kurang lebih 1 sendok makan. Ratakan ke seluruh permukaan penggorengan. *Kalau bisa pakai penggorengan teflon supaya nggak lengket*
4. Sendokkan 3-4 sendok makan gula pasir ke atas minyak sambil disebar supaya nggak menggunung di satu sisi. Panaskan dengan api sedang sampai gulanya meleleh. Jangan diaduk ya, cukup goyang-goyangkan aja penggorengannya supaya gulanya meleleh semua.
5. Setelah gulanya meleleh, goyang-goyangkan penggorengan sampai gula berubah jadi kecoklatan.
6. Masukkan ubi goreng ke lelehan gula dan aduk cepat supaya semua permukaan ubi ter-cover gula. Jangan kelamaan ya, nanti gulanya mengkristal, jadi seperti gemblong deh.. hehe.
7. Angkat, pisah-pisahkan jangan sampai ubinya saling menempel karena kalau nempel nanti begitu agak dingin lapisan gulanya mengeras dan ubinya jadi 1 bongkahan besar..hehehe. Taburi wijen hitam kalau suka dan sajikan.

Minggu, 09 Oktober 2011

Interfood 2011

Tahun ini dapat kesempatan untuk ikut pameran Interfood gratis.. hehe. Kalau tahun kemarin cuma bisa ngiler-ngiler baca testimoni orang-orang di milis, tahun ini ngiler hampir di setiap stand yang ada di pamerannya. Rasanya benar-benar kayak masuk ke surganya orang baking. Hepiii banget.. jangan-jangan saya ini food fetish ya? Hahahaha.
Stand Mu Gung Hwa yang selalu rame antriannya. Kalau orang lain sibuk demo, mereka sibuk jualan :D
"Dapur"nya Unilever, MCnya heboh.
Dibandingkan pameran Food and Hotel Indonesia kemarin, saya lebih puas datang ke Interfood. Mungkin karena tema pamerannya lebih cocok ke kalangan baking. Demonya juga banyaaak banget. Sampe rasanya pengen membelah diri jadi 5 atau 6 sekaligus biar bisa nonton demonya. Rata-rata mereka manggil chef yang skill-nya sudah excellent untuk mendemokan produk-produk mereka. Dan hebatnya, hampir setiap stand punya "dapur" masing-masing. Duh kebayang deh capeknya bawa oven sebesar itu ke pameran.

Salut sama Baristanya, latte art-nya cantik banget. Begitu selesai foto, saya disuguhi 1 shot espresso. Yum!
Dan yang paling asik, kita bisa mencicipi produk dari berbagai macam supplier. Duh, seneng banget deh. Soalnya saya termasuk yang pemilih kalau membeli produk. Bukan salah saya juga jadi picky, soalnya sekarang kan produk ada buaanyaaak. Jadi sebagai konsumen, saya pengen mengalokasikan dana saya di produk yang tepat. Apalagi saya juga jualan.. jadi saya juga harus jaga brand saya dan memastikan kalau produk yang saya pakai cocok untuk hasil akhir yang saya inginkan.

Nggak pernah nyangka kalau roti bisa jadi secantik ini.

Close Up displaynya stand Lumbung.
Makanya datang ke pameran seperti Interfood benar-benar sangat membantu bagi saya. Apalagi kalau supplier-nya baik hati mau mendengarkan masukan dan keluhan pelanggan. Sebagai konsumen, senang juga lho kalau bisa membantu supplier supaya lebih maksimal.. hehehe. Kalau si produsen atau supplier bisa maksimal, konsumen juga jadi lebih nyaman.

Setiap kali ke pameran makanan seperti ini, saya pasti nggak pernah puas. Rasanya meski seharian keliling di dalam pameran, masih ada aja yang belum sempat dilihat-lihat. Apalagi kalau di stand tertentu, ada produk yang baru atau yang menarik. Wuahh.. pasti proses interogasinya juga panjang tuh. Hahaha.

Demo masak di stand Mu Gung Hwa.
Keuntungan lainnya kalau datang ke pameran seperti ini, kita bisa mempelajari seberapa maksimal suatu produk bisa didayagunakan. Duh bahasanya.. misalnya kemarin saya ke stand Mu Gung Hwa yang jualan produk-produk impor dari Korea. Ada Deobokki alias Rice Cake-nya orang Korea. Sebelum beli, bisa tanya-tanya dulu sepuasnya sama SPG Mu Gung Hwa mengenai cara mengolahnya.

Deobokki alias Rice Cakenya Korea.
Dulu saya pernah diberi hadiah saus pedas Korea yang namanya Gochujang. Karena hanya diberi tapi nggak diajari cara pakainya, akhirnya jadi nggak maksimal dan hampir separuhnya terbuang percuma. Sayang kan?

Ada lagi stand yang mendemokan cara masak soba (mie jepang) instan, dan karena nonton demonya, saya baru ngeh kalau soba instan yang sudah direbus, harus dimasukkan ke air dingin segera sesudah diangkat dari rebusan. Hal ini untuk mencegah  si soba overcooked.

Hiasan Coklat yang wah. Sepertinya sih dari coklat couverture.
Di stand yang menjual berbagai cokelat, saya belajar kalau coklat couverture itu sebelum diolah harus didinginkan dulu. Tadinya saya sempat bingung, kok chef-nya bolak-balik menarik-ulur cokelat leleh dengan kape (?). Ternyata suhunya belum tepat, cokelatnya belum cukup dingin untuk dibentuk. Kata si chef, kalau suhunya belum pas, untuk couverture akan fatal akibatnya. Bisa-bisa cokelatnya nempel di cetakan. Atau bisa juga rasanya malah berubah. Memang sih, baca di milis juga couverture itu handling-nya agak tricky.

Salah satu display kue di Interfood.
Display Bolu Kukus Mekar yang cantik di stand Ny. Liem.
Display Bag Cake di stand Ny. Liem. Kayak betulan.
Salut sama yang ini! Display di stand Trans. Naganya dari buttercream.
Display kue-kue dekor di standnya Trans.
Jalan lagi ke standnya TRANS, yang terkenal dengan pewarnanya, saya diberi tester banana cake yang wangi dan yummy. Saya curiga banana cake itu hasil dari tepung premix. Saya nggak sempat nanya ke salesnya karena pas tester itu dibagikan, saya sedang asyik nonton demo figurin fondant. Hehehe.. pas pulang ke rumah dan baca-baca brosurnya, barulah saya tahu kalau TRANS ini punya produk tepung premix baru dan macam-macam variannya. Wow.. kalau benar itu premix, salut deh. Rasanya enak banget dan wanginya juga nggak pabrikan.
Tangannya luweees banget, kerjanya juga telaten.
Demo fondant, chef-nya jago buanget!

Walau kaki lecet sesudah jalan-jalan selama 6 jam, saya belum sempat mengelilingi keseluruhan pameran. Huhuhu.. sayangnya saya sudah harus pulang. Stand terakhir yang membuat saya duduk dan gak pengen pulang itu standnya PALMIA. Ada chef nyeleneh yang sedang demo berbagai resep kue.

Si Chef nyeleneh lagi bagi-bagi tips baking.
Tadinya saya naksir dengan display kue yang ada di standnya, semuanya cantik-cantik. Dan sejauh itu, menurut saya dekorasi kue Palmia adalah yang paling bagus, meski idenya hampir mirip dengan dekorasi stand lain, tapi eksekusinya rapih.

Display Palmia yang bikin jatuh cinta.
Trend terbaru cake decor : macaroons.
Cupcakesnya cantiiik!
Menurut saya, kue yang berhasil itu gak hanya cantik, tapi membangkitkan selera juga.
Suka banget sama kue yang ini, cuma liat hiasannya langsung kebayang rasanya yang yummy.
Dari hanya melototin display, saya mengintip demonya dan akhirnya duduk disitu sampai akhirnya saya diseret pulang oleh suami. Hiks.. padahal masih banyak yang belum sempat saya interogasi.
Tahun depan, saya berikrar pasti akan datang lebih pagi lagi, dan pulang lebih malam lagi!