Cari Posting Lainnya

Memuat...

Jumat, 16 Desember 2011

Sujebi (Mie Sobek Korea)

Masih demam masakan Korea, sejak ketemu Maangchi kemarin saya jadi lebih sering lagi praktek resep-resep yang ada di situsnya Maangchi. Semua resepnya terasa enak, belum sampai ke mulut saya pun sepertinya semua resep yang ada disana sudah terbayang rasanya.

Beberapa waktu yang lalu, karena saya lagi malas makan yang berbumbu, saya pun berniat mempraktekkan resep yang simple, dan pilihannya jatuh ke Sujebi. Dari resep yang saya baca, pengerjaannya mudah sekali dan sepertinya sangat unik karena sujebi ini adalah sejenis hand-torn noodle alias mie yang disobek dengan tangan. Videonya pun hanya saya lihat 1 kali, karena benar-benar mudah sekali pengerjaannya.

Meski keliatannya bening, tapi rasanya cukup "rich" untuk hidangan sepinggan.
Menurut Maangchi, resep ini didapat dari neneknya yang sangat lihai memasak. Jaman dulu, kehidupan mereka sederhana, jadi sujebi yang hanya dibuat dari bahan-bahan sederhana ini dapat menghangatkan suasana rumah karena proses pembuatannya yang dikerjakan beramai-ramai dan rasanya yang sedap.

Tanpa pikir panjang, saya catat resepnya dan langsung praktek! Kebetulan semua bahannya ada di rumah (memang sudah takdir ya.. hahaha). Pertama-tama saya membuat mie-nya, yang hanya dibuat dari terigu, seidikit minyak dan air, tanpa telur. Menguleni adonannya cukup menguras kalori, saya tambah penasaran dengan hasil akhirnya. Kalau sampai rasanya nggak enak, rasanya bisa nangis bombai.. hehehe soalnya membuat mie-nya saja sudah kerja keras.

Sesudah mie-nya jadi, saya beralih ke supnya yang ternyata super mudah. Saya berani jamin, asalkan bahan-bahannya lengkap, memasak sup ini semudah memasak mi instan. Rasanya pun lebih enak, lebih "rich", dan pastinya lebih sehat. Setelah dimakan pun, rasa kenyangnya tahan lama dan nyaman. Tidak terasa begah atau terlalu kenyang. Tapi cukup.

Asiknya lagi, ternyata resep untuk mie-nya bisa untuk 4 porsi. Hehehe.. jadi saya simpan deh sisa yang 2 porsi untuk dimakan keesokan harinya. Lumayan, sekali menguleni bisa untuk 2 kali makan :D
Setelah matang, rasanya jauh sekali dari bayangan saya! Yang tadinya saya pikir bakal hambar, ternyata malah kaya rasa. Kaldu yang "cuma" dibuat dari cumi asin (harusnya ikan teri), bisa menjadi kaldu yang enak hanya karena ditambah cincangan berbagai bawang. Nggak percaya kan? Silakan praktek :D

SUJEBI (Korean Hand Torn Noodle)
Resep asli dan videonya bisa dilihat disini.


Bahan mie (untuk 2 porsi besar atau 4 porsi sedang) :
2 cup terigu serbaguna
1/2 sdt garam
1 sdm minyak sayur
3/4 cup air

Method :
1. Dalam mangkuk lebar, campur semua bahan di atas. Uleni dengan tangan selama 10-15 menit sampai adonannya menjadi empuk dan kalis. *Bisa juga menggunakan food processor (pisaunya diganti dengan pisau khusus untuk membuat adonan), masukkan semua bahan dan proses selama 1 menit sampai adonan kalis.
2. Sisihkan adonan di wadah tertutup (saya pakai lock&lock), simpan di dalam kulkas sambil mempersiapkan supnya.

Bahan sup (untuk 4 porsi sedang) :
10 ikan teri kering (saya ganti dengan 5 cumi asin yang berukuran agak besar), bersihkan bagian dalamnya.
Konbu (rumput laut untuk kaldu) sebesar 10x15cm (kemarin saya skip, dan airnya saya ganti dengan air+kaldu jamur).
1 batang daun bawang, iris.
2 buah kentang ukuran sedang, kupas dan potong dadu besar.
*kalau nggak pingin supnya terlalu "kenyang", boleh diganti dengan segenggam jamur merang.
1/2 cup bawang bombay cincang (kurang lebih 1/2 buah yang ukuran besar).
3 siung bawang putih, cincang.
1 sdm kecap ikan.
10 cup air.
minyak wijen secukupnya.
1 sdt gula.

Method :
1. Masukkan air ke dalam panci, tambahkan konbu dan ikan asin. Masak sampai mendidih kira-kira 15-20 menit dengan api besar. Setelah mendidih, kecilkan apinya dan masak lagi selama 20 menit.
2. Matikan api, keluarkan konbu dan ikan asin dari kaldu.
3. Keluarkan adonan mie, uleni sebentar supaya adonan lentur. Sisihkan
4. Tambahkan kentang, bawang bombay dan bawang putih ke dalam kaldu.
5. Nyalakan api dan didihkan selama 10 menit dengan api sedang.
6. Potong-potong konbu seukuran bite size. Masukkan ke dalam kuah sup. Tambahkan kecap ikan dan gula. Koreksi rasanya, kalau kurang asin bisa ditambah garam.
7. Setelah kuah sup siap, ambil segenggam adonan mie, lebarkan sampai setipis mungkin kemudian sobek adonan dengan tangan dan langsung cemplungkan ke dalam sup. (*Usahakan untuk menjaga ukuran mie pada saat menyobek supaya tidak terlalu besar). Ulangi proses menyobek sampai adonan habis.
8. Tutup panci dan biarkan mendidih selama beberapa menit supaya mienya matang.
9. Buka tutup panci, tambahkan irisan daun bawang dan minyak wijen (kurang lebih 1 sdm). Matikan api.
10. Sajikan panas. Enak sekali kalau dimakan dengan kimchi.

Kalau kimchi-nya dicemplungkan seperti ini, rasanya jadi mirip kimchi ramyun, mi instan Korea yang pedas itu lho.
NOTE :
*Sujebi ini sebenarnya mudah divariasikan, kemarin saya mencemplungkan segenggam taoge. Rasanya tetap enak. Besoknya saya buat lagi, dan kentangnya diganti jadi jamur merang :D

Rabu, 07 Desember 2011

Gathering with Maangchi

Belum sampai sebulan saya browsing resep di situs maangchi waktu saya tahu kalau akan diadakan Gathering untuk para reader-nya. Maangchinya sendiri akan datang secara pribadi ke setiap gathering yang ternyata diadakan di beberapa kota di berbagai belahan dunia. Wow! Gathering-nya sendiri diberi judul Gapshida!
Cerita selengkapnya soal Gapshida ada di www.maangchi.com yaa.
Waktu tahu hal ini, saya sempat ragu-ragu apakah saya boleh ikutan. Dan setelah menghubungi contact person untuk gathering Indonesia--yang ternyata sangat teramat ramah dan bersahabat- syaratnya cuma 1 : harus membawa homemade dish, minimal 1 macam ke gathering tersebut. Mudah sekali!

Dan akhirnya setelah mendaftar dan deg-degan selama seminggu penuh, sampailah saya di gathering itu. Karena diadakan di weekdays, yang berhasil datang hanya kurang lebih 10-15 orang. Saya sendiri berhasil meyakinkan diri untuk melakukan perjalanan panjang dari Bogor ke Meruya. Hehehe..

Untungnya begitu sampai, saya disambut saaaangaaat baik oleh Tuan rumah dan Maangchi. Kalau diingat lagi, rasanya kayak mimpi. Biasanya saya harus streaming youtube dulu untuk nonton aksi Tante Maangchi, hari itu saya cipika-cipiki dan ngobrol paanjaaaang lebar soal masakan face to face dengan dia. Benar-benar seperti ketemu seleb pujaan.

Ngobrol intens soal masakan.
Dia sangat-sangat-sangat passionate soal masakan Korea. Begitu obrolan soal masakan dimulai, waktu benar-benar jadi tidak terasa lagi. Host kami malam itu juga sama seperti saya, mendadak menemukan passion di masak-memasak dan kami betul-betul dijodohkan oleh passion kami itu karena mendadak kami jadi teman.

Maangchi sendiri sampai takjub karena begitu banyak orang pecinta masak saling berpapasan melalui website-nya dan ujung-ujungnya bisa ngobrol seolah-olah mereka sudah saling kenal lama. Semua hanya karena kami suka memasak. Awesome!

Maangchi always had a funny story to tell.
Semakin larut, yang datang semakin ramai dan mereka masing-masing membawa makanan homemade seperti yang sudah diminta. Ada yang bawa soto, martabak telor, bahkan ada yang menghadiahkan keripik Maicih untuk Maangchi. Kebanyakan mereka membawa makanan Korea yang resepnya didapat dari situs Maangchi. Saya sempet menyesal, karena saya membawa Eggtart dan Sagu Keju. Saya pikir karena setiap hari dia sudah makan makanan Korea, akan lebih baik kalau saya bawa hidangan Indonesia. Ternyata Maangchi-nya lebih suka hidangan Korea.. hehehe. Ditambah lagi, dia ternyata nggak begitu suka desserts.

Bermacam-macam makanan memenuhi meja makan.
Tapi meski begitu, Sagu Keju saya dipuji dan sempat dimintai resepnya. Saya juga sempat cerita panjang lebar soal NCC, komunitas memasak yang saya ikuti. Sempat cerita juga soal prosesi HMFF yang sama seperti malam itu, dimana semua orang membawa potluck untuk dicicipi beramai-ramai. Maangchi sendiri cukup kaget waktu saya cerita soal HMFF dan dua belas ribu anggota NCC :D

Semua orang kenyang dan hepi, it was an awesome night!
Hanya 1 hal yang saya sesalkan di acara ini, waktunya kurang lama. Hahaha.. Jam 8 malam, saya sudah harus ngebut menuju stasiun untuk mengejar kereta ke Bogor. Jadi ngobrol-ngobrol kami harus dilanjutkan melalui facebook. Setelah sesi foto-foto yang heboh dan dibekali sekantong besar kimchi buatan Mariska sang Host, akhirnya saya pulang ke Bogor dengan hati yang hangat. Betul-betul malam yang tidak akan saya lupakan.

Thank you Maangchi for your Gapshida! Semoga nanti ada kesempatan untuk bertemu lagi.