Cari Posting Lainnya

Memuat...

Selasa, 27 Maret 2012

4 Nominasi Kembang Tahu ala Eggknock

Sebenarnya ini bukan hobby, bukan sengaja juga. Cuma kebetulan beberapa kali saya pergi ke beberapa tempat, ketemu terus dengan kembang tahu. Karena di Bogor memang jarang banget yang jualan makanan ini, jadilah tiap kali ketemu kembang tahu, saya pasti beli.

Daripada fotonya cuma ngumpet di kompi, lebih baik saya share aja disini.

1. Kembang Tahu Taiwan

Hanya 1 macam topping aja sudah banyak, apalagi 3 ya?
Lokasi : Ditemukan di tempat jajan di daerah Kaohsiung, tepatnya di Liu He Night Market (tapi kalau diperhatikan sih, jajanan di Taiwan hampir semuanya sama, biasanya jajanan yang saya temukan di Taipei ada juga di Kaohsiung).
DC (Damage Cost) : Waktu itu saya ditraktir jadi saya tidak punya informasi untuk harganya, tapi setahu saya harganya masih terjangkau. Nggak sampai 50 ribu rupiah untuk 1 porsi besar.
Tingkat kekenyangan : 4 / 5. Porsinya lumayan besar untuk ukuran dessert. Waktu itu sih 1 porsinya saya makan berdua, mungkin kalau sudah kenyang banget, 1 porsi bisa untuk bertiga.
Tekstur : Kembang tahunya lumayan lembut, kalau di Indonesia mungkin mirip tofu telur, agak kenyal dan padat. Disajikan dalam bentuk bongkahan besar, nggak seperti kembang tahu lokal yang bentuknya lembaran-lembaran.
Kondimen : Air gula biasa, dengan volume yang cukup banyak. Tapi beda dengan di sini, air gulanya nggak terlalu manis. Jadi meski "banjir" begitu, masih aman-aman aja rasanya.

Special point : Selain kembang tahu, terdapat berbagai macam topping yang bisa dipilih sebagai pelengkap (saya lupa ada apa aja jenisnya). Mungkin kalau di Indonesia, hampir mirip dengan es campur. Yang di foto ini, topping-nya kacang merah yang sudah direbus dengan gula, jadi rasanya sudah legit dan agak manis. Mungkin kalau masih ada space sisa di perut, bisa juga dicoba mencampur antara 2-3 jenis topping yang ada.

2. Kembang Tahu Penang


Lokasi : Ditemukan di pasar kaget setiap pagi di hampir tiap daerah di Penang. Khusus untuk yang di foto ini, saya menemukan toko jadul Ming Xiang Tai yang terkenal karena kembang tahunya. Lokasinya di daerah Komtar yang merupakan terminal bus utama di Penang. Toko ini sebenarnya bukan khusus menjual kembang tahu, sepertinya sih yang dijagokan itu Eggtart (nanti mau saya bahas di artikel lain) dan berbagai pastry lainnya.

Toko Ming Xiang Tai yang"jadul" tapi keren.
Produk lainnya Ming Xiang Tai, semuanya seperti memanggil minta dicicipin.. hehe.

Eggtart andalan yang sudah dijual sejak 1979, jenisnya portuegese yang kulitnya berlapis-lapis itu.

DC (Damage Cost) : Kalau nggak salah waktu itu saya hanya membayar RM3 untuk semangkuk besar kembang tahunya.
Tingkat kekenyangan : 3.5 / 5. Meskipun porsinya hanya 1 mangkuk, tapi karena kembang tahunya padat banget, jadinya kenyang juga.
Tekstur : Kalau yang ini, kembang tahunya mirip banget sama tahu.. hehehe. Padat dan berat, bentuknya juga berupa bongkahan besar-besar tapi nggak berpori seperti tahu. Versi Ming Xiang Tai lebih lembut kalau dibandingkan dengan yang dijual di pasar. Kalau yang versi pasar, betul-betul seperti makan tahu dengan kuah air gula :D
Kondimen : Kuahnya kental, terbuat dari gula hitam yang dicampur dengan sedikit air. Meski kelihatannya pekat, tapi setelah dimakan dengan kembang tahu rasanya jadi pas. Mungkin untuk penggemar manis, akan terasa sedikit nanggung, tapi buat saya kalau lebih manis lagi, pasti bikin begah dan malah jadi eneg.
Special point : Secara pribadi, saya suka banget dengan toko ini. Interiornya sangat unik, kesan historisnya kental banget tapi tidak terkesan kumal atau jorok. Makanannya juga enak-enak dengan harga yang sangat reasonable. Presentasi untuk makanan yang dipesan juga OK, untuk kembang tahu mereka pakai mangkuk keramik kecil seperti yang digunakan untuk sapo tahu. Jadi dua jempol untuk suasananya.

3. Kembang Tahu Pontianak


Lokasi : Saya berhasil menemukan gerobak kembang tahu ini mangkal di depan SD Fajar Harapan di daerah Siantan, Pontianak. Mestinya di tempat lain juga ada, yang penting harus mengenali gerobaknya aja.. hehehe. Soalnya menurut saya gerobaknya hampir-hampir mirip dan mereka jarang sekali memberi label yang mendeskripsikan jualannya.


DC (Damage Cost) : Harganya hanya 3000 rupiah untuk 1 porsi ukuran mangkok cap ayam.
Tingkat kekenyangan : 2.5 / 5. Porsinya pas untuk makanan selingan, nggak terlalu besar dan nggak terlalu sedikit.
Tekstur : Kembang tahunya tipikal kembang tahu Indonesia yang ringan dan lembut. Bentuknya berupa lempengan-lempengan tipis yang buyar kalau terbentur sendok. Yummm...
Kondimen : Air gula bening yang nantinya dicampur dengan bubuk gula merah begitu disajikan. Yang unik adalah kuahnya bisa ditambahkan dengan susu kedelai, atau bahasa lokalnya air tahu :D
Special point : Biasanya kembang tahu dijual bareng dengan susu kedelai, saya kurang tahu sih dengan daerah lain tapi baru kali ini saya nemu kembang tahu yang dimakan bersama dengan susu kedelai.

4. Kembang Tahu Bogor


Lokasi : Kalau yang ini sih, lewat di depan rumah saya setiap hari.. hehehe. Kalau boleh digeneralisasi, mungkin ini tipe kembang tahu standard pedagang keliling.
DC (Damage Cost) : Harganya 4000 rupiah untuk porsi yang menurut saya terlalu sedikit >.<
Tingkat kekenyangan : 2 / 5. Menurut saya sih porsinya kurang memuaskan, mungkin kalau dibandingkan dengan 3 jenis yang sebelumnya, yang ini paling sedikit. Kira-kira 3/4 mangkok cap ayam.
Tekstur : Kembang tahunya tipis-tipis, cukup lembut tapi menurut saya rasanya hanya berhenti di lumayan saja, nggak bisa dibilang istimewa juga.
Kondimen : Air jahe + gula merah standar kuah kembang tahu lokal tapi untuk yang ini jahenya kurang terasa.
Special point : -

Sementara hanya 4 jenis yang saya punya informasinya, mungkin kalau nanti saya diberi kesempatan untuk jalan-jalan ke tempat lain dan menemukan jenis baru yang unik, saya akan update lagi. Thank you for reading :D

Rabu, 07 Maret 2012

Tahu Goreng Kecap ala Korea

Balik lagi ke resepnya Maangchi, dari semua resep tahu yang saya punya, resep yang ini betul-betul favorit. Sebenarnya resep ini sudah 5-6 kali diuji coba di dapur saya.. hehehe. Mulai dari plek-plekan ngikutin resepnya, sampai hafal resepnya dan pakai metode kira-kira. Terakhir malah sempat mensubstitusi corn syrup pakai kecap manis. Benar-benar resep anti gagal deh, dan menurut saya sih resep ini pas banget untuk dimakan bareng nasi atau bubur putih.

Tahu crispy dan saus yang gurih, yummm!
Corn syrup yang ada di resep (saya ganti jadi madu) juga ternyata bisa menetralkan rasa kecap asin dan membuat tahunya jadi gurih. Oh iya, saya pakai kecap asinnya yang merk Cu Tung Hin, labelnya ada gambar ikan masnya. Kalau pakai kecap asin merk ABC mungkin jadinya nggak sehitam ini ya warnanya.

Pan Fried Tofu in Soysauce (Dubu Ganjang Jorim)
Nyontek dari sini :D


Bahan :
1 buah tahu
1 siung bawang putih
1 sdm kecap asin
1 sdm sirup jagung (bisa diganti dengan simple syrup atau madu)
wijen hitam atau wijen putih


Method :
1. Potong tahu jadi 10 bagian (bite size), *kalau saya dibelah 4, terus diiris lagi jadi 2 supaya lebih tipis.
Keringkan permukaan tahu dengan paper towel *saya skip.
2.  Panaskan 1-2 sdm minyak di dalam wajan/penggorengan. Masukkan irisan tahu, kecilkan apinya.
Goreng tahu dengan api kecil selama 5-7 menit sampai bagian bawahnya berwarna coklat keemasan. Balik tahu dan goreng kembali selama 5 menit supaya permukaan tahunya garing.
3. Tambahkan bawang putih cincang, kecap asin, sirup jagung/madu. Aduk-aduk supaya sausnya mengental dan melapisi tahu.
4. Matikan api dan angkat tahu. Taburi dengan wijen sebelum disajikan.