Cari Posting Lainnya

Memuat...

Jumat, 20 April 2012

Bazaar Perdana, Panik di Art Market Kopi Keliling

Kalau boleh jujur, biasanya kalau ada info soal bazaar, saya cuma bisa pass. Hehehe.. soalnya semuanya masih dikerjakan sendiri, jadi takut nggak kepegang, nanti malah kualitas kuenya turun dan bazaar-nya jadi mengecewakan.

Nah, Art Market-nya Kopi Keliling ini berawal dari pesanan seorang teman baik yang setia banget order kue dari Eggknock. Namanya Suddenly Sudden. Mereka sering sekali ikutan bazaar dan tadinya saya hanya diundang untuk datang berkunjung, sekalian mengantar pesanan brownis kukus favorit mereka.

Art Market di siang hari, pengunjungnya mulai ramai.
Art Market sore sesudah hujan, semua orang mulai ngemil.. hehehe.
Entah gimana, dari obrolan ringan lalu berlanjut jadi tawaran untuk ikutan bazaar karena belum ada vendor yang menjual dessert. Awalnya saya juga nggak banyak berharap waktu menghubungi panitia Kopi Kelilingnya. Nggak disangka, dua hari sebelum hari H, tiba-tiba saya dihubungi oleh panitia Art Market Kopi Keliling dan keikutsertaan saya disetujui. Wah, langsung heboh deh. Untung sebelumnya saya sudah sempat berandai-andai tentang apa yang mau saya jual kalau saya jadi ikutan, jadi langkah berikutnya tinggal menghitung jumlah kue yang mau dibuat dan mengatur jadwal.

Untungnya lagi, kue-kue saya selesai dengan selamat dalam 1.5 hari. Dan akhirnya kue yang dibuat hanya 4 macam. Namanya juga perdana, jadi banyak sekali yang masih perlu dibenahi terutama display-nya. Karena waktunya sudah habis untuk bikin kue, display-nya jadi ala kadarnya. Hehehe.. yaa pokoknya yang diutamakan rasa kuenya dulu deh.

Empat produk andalan Eggknock yang dijagoin untuk bazaar.
Bersebelahan dengan vendor kopi yang enaaak :)
Display Eggknock yang masih cupu :D
Semua barang yang ada di rumah dimanfaatkan untuk display.
Nggak sia-sia banget kehebohan sebelum bazaar-nya, karena ternyata kue-kue Eggknock mendapat sambutan yang sangat positif! Padahal acaranya sempat diinterupsi hujan deras, belum lagi hari itu masih ada sisa-sisa demo anti kenaikan BBM.

Choco Cupcake, aslinya brownis kukus coklat. Sempat menyita perhatian anak balita :D
Eggtart resep orisinil Eggknock.

Produk baru, Brownis Panggang Putih Telur.
Meski traffic pengunjungnya nggak terlalu ramai, tapi hampir semua yang sudah membeli kue ke stand Eggknock, balik lagi untuk second purchase.. ihiy! Yang jadi primadona hari itu tetap Medovik, banyak yang penasaran waktu dijelaskan kalau Medovik ini kue lapis krim resep Rusia.

Medovik yang laris manis :D
Rasanya betul-betul happy waktu kami melihat secara live reaksi dari semua pengunjung stand Eggknock. Semuanya menghabiskan kue yang mereka beli, belum lagi ada yang merekomendasikan ke teman-temannya. Ada juga yang minta dibungkus untuk dibawa pulang. Ada yang memakan kue beramai-ramai dan semuanya berkomentar "Enak!". Malah ada anak balita yang beli cupcake coklat Eggknock sampai 2 kali. It's such a heavenly day!

Display sebelum Art Market dibuka.
Display detik-detik menjelang pulang, setelah difoto, Medovik yang 3 potong itu raib juga :D
Di Bazaar itu kami juga kenalan dengan banyak vendor keren lainnya, salah satunya Koola Stuffa. Bangga sekali rasanya produk Eggknock bisa dibeli dan dipuji mereka pas bazaar kemarin :D

Penjual kue yang puas :D
Semoga lain kali ada lagi kesempatan untuk ikutan event seperti ini. Thank you banget Kopi Keliling untuk Art Market-nya yang inspiratif! Thank you banget untuk semua yang sudah berkunjung ke stand Eggknock, terutama untuk Suddenly Sudden yang sudah meng-encourage supaya Eggknock ikutan bazaar kemarin *hugs*.

Rabu, 11 April 2012

No Knead Donut

Biasanya kalau dapet resep donat, pasti melibatkan tenaga super kuli untuk nguleni adonannya. Soalnya saya pernah bikin donat yang diuleni sekedarnya, apalagi waktu itu belum ngerti apa artinya kalis. Hehehe.. jadilah donat saya bantat dengan suksesnya.

Karena itulah, saya hepi banget waktu ketemu resep ini.
Seperti biasa, tiap ketemu resep yang nggak seperti biasanya, pasti awalnya ragu. Apa bisa sukses ya, apalagi kasusnya donat, sudah nggak diuleni, nggak pakai ragi pula. Hilang deh 2 bahan utamanya.

Donat sebelum diberi topping.

Kemarin eksperimen topping-nya : gula donat dan choki-choki.. hehehe.

Tapi karena waktu itu lagi iseng (baca : lapar), akhirnya dicobain dan sukses! Bentuk dan penampakannya persis seperti yang ada di vidio. Ihiy! Baidewei, resep-resep yang ada di vidionya kelihatannya enak-enak lho. Ada beberapa yang metodenya lumayan merepotkan sih, tapi nanti kalau ada waktu boleh juga coba dijajal yang lainnya. Hehehe..


Memang sih donat ini rasanya nggak terlalu memuaskan, lebih mirip kue bantal, agak seret dan nggak terlalu manis. Tapi menurut saya sih cukup oke untuk teman minum teh dan sepertinya ini resep anti gagal. Tinggal tambah topping favorit untuk donatnya, jadi deh cemilan praktis. Kemarin total waktu pengerjaannya nggak sampai 30 menit. Monggo resepnya :D

NO KNEAD DONUT
hasil nonton Chef di Cooking with Dog


Bahan (untuk 16 donat mini):
100 gram tepung terigu serbaguna (kalau di resep aslinya pakai cake flour)
1 sdt Baking Powder
1 butir telur
2 sdm gula pasir (aslinya pakai brown sugar)
2 sdm susu cair
1 sdm mentega yang sudah dilelehkan
1-2 sdm gula donat untuk topping (atau bisa juga diganti dengan selai, cokelat leleh, bahkan susu kental manis. Menurut saya makin mantap topping-nya, makin enak rasa donatnya.)

Method :
1. Campur tepung terigu dan baking powder, ayak, sisihkan.
2. Kocok lepas telur, masukkan gula, kocok dengan garpu sampai gula larut.
3. Tambahkan susu dan mentega leleh ke kocokan telur, aduk sampai rata.
4. Buat lubang di tengah-tengah tepung, tuang telur ke dalamnya. Aduk dari arah dalam ke luar sampai benar-benar rata.
5. Panaskan minyak dalam wajan. Dengan menggunakan sendok makan, sendokkan adonan ke dalam minyak yang sudah panas. Goreng hingga kuning keemasan. Angkat (adonan donat akan mengembang sampai dua kali ukuran mentahnya).
6. Tunggu sampai donat benar-benar dingin, lalu beri topping sesuai selera.