Cari Posting Lainnya

Memuat...
Tampilkan posting dengan label dessert. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label dessert. Tampilkan semua posting

Kamis, 15 Mei 2014

Banana Cake Tanpa Komplain

Selamat hari raya Waisak untuk yang merayakan. Wah nggak terasa udah bulan Mei lagi ya, belakangan saya seperti terkena sindrom baking blue. Entah kenapa rasanya malas sekali ke dapur untuk ngutak-ngatik resep. Mungkin gara-gara setengah hati itulah, tiap kali iseng bikin kue, hasilnya pasti nggak maksimal. Hahaha..


Tapi namanya juga tukang makan, di satu titik saya pengen sekali makan kue bikinan sendiri. Akhirnya sekarang sudah mulai lagi manggang kue dan bikin cemilan.

Kemarin ini saya beruntung sekali, kenalan saya yang punya kebun baru panen pisang dan singkong. Wah happy deh pokoknya, dapat beberapa buah singkong yang besarnya sebetis. Pisang ambonnya sengaja saya sisihkan sebagian untuk diolah jadi kue. Hehehe.. padahal dimakan begitu aja udah enak banget lho, apalagi dibikin kue, hasilnya jauh lebih enak lagi.


Kalau males cuci loyang, bisa juga dipanggang dalam loyang muffin seperti ini. Praktis!

Dulu saya pernah berbagi resep Banana Cake yang pemaaf, tapi menurut suami hasilnya kurang oke karena kalau sudah dingin rasanya jadi berminyak. Nah, sekarang saya coba jajal resepnya NCC yang sudah tersohor. Ternyata lebih enak resep NCC lho! Rasanya lebih ringan dan lebih harum, dua loyang Banana Cake (yang satu saya bagi ke nyokap) ludes tanpa komplain. Untuk yang mau jajal, silakan contek resepnya.

BANANA  LOAF
Penulis: Fatmah Bahalwan
Begitu keluar dari oven, wanginya bikin saya kepengen cepet nyicip.
Bahan A :
3 buah pisang Ambon
1 sdm air jeruk lemon
Bahan B :
225 gram tepung terigu protein sedang
1 sdm bumbu spekoek
1 sdt Baking Powder Double Acting
 
Bahan C :
150 gram mentega
110 gram coconut sugar / palm sugar
40 gram gula pasir
5 butir kuning telur
 
Bahan D :
5 butir putih telur, kocok kaku
 
Cara membuatnya :
1. Bahan A: haluskan pisang, beri air jeruk lemon, aduk rata, sisihkan.
2. Bahan B : aduk rata semua bahan, ayak, sisihkan.
3. Bahan C: kocok mentega, gula palem dan gula pasir hingga lembut dan pucat, masukkan kuning telur satu persatu, kocok terus hingga rata.
4. Matikan mikser, tuang campuran bahan B ke dalam adonan, aduk rata.
5. Tuang bahan A, aduk rata. Masukkan bahan D secara bertahap, aduk rata.
6. Masukkan adonan ke dalam loyang loaf ukuran 12x24x7cm yang sudah dipoles mentega dan ditaburi tepung. Panggang dalam oven suhu 180’C selama kurang lebih 45 menit atau hingga matang. *saya kemarin di suhu 170 derajat sekitar 30 menit pertama, lalu diturunkan ke 160 derajat.

Minggu, 09 Juni 2013

Serba Ubi Ungu, Kue Lumpur & Bola Ubi

Sebenarnya udah diniatin mau blogging rutin tiap bulan, tapi ternyata susah juga ya bagi waktunya. Saya bersyukur banget, belakangan Eggtart sudah mulai ada penggemar tetapnya. Meski sibuk, tapi puas dan senang :D

Tadinya saya nemu resep yang berbahan dasar ubi ungu karena iseng bereksperimen dengan cheese cake. Setelah selesai dengan cheese cake, ternyata ubi ungunya sisa lumayan banyak. Akhirnya browsing deh nyari resep, dan ujung-ujungnya pilihan tetep jatuh ke resep NCC.


Bola Ubi Ungu yang legit, di tengahnya disisipin gula merah.

Nah, tanpa berpanjang lebar, silakan diintip resepnya. Dua-duanya resep yang sangat simpel, tapi enak sekali dijadiin camilan sore-sore. Saya pribadi suka banget sama ubi ungu karena teksturnya lebih legit dan warnanya lebih cantik dibanding ubi merah atau putih.

Kue Lumpur Ubi Ungu
Resep aslinya dari NCC


Bahan : *Kalau cuma untuk dimakan berdua seperti saya, bikinnya 1/2 atau 1/4 resep aja ya.
500 gr gula pasir
500 gr tepung terigu
1 kg ubi ungu, kukus dan haluskan
200 gr margarine, lelehkan
5 btr kuning telur
4 btr putih telur
1 ltr santan
1 sdt vanilli
1 sdt garam
200 gr kismis, untuk taburan


Method :
1. Kocok gula dan telur sampai putih dan mengembang (tidak perlu sampai naik), masukkan garam dan vanilli sambil terus dikocok.
2. Tuangi santan, aduk rata. Masukkan ubi ungu dan tepung terigu secara bertahap sambil tetap diaduk rata.
3. Terakhir, tuang mentega leleh dan aduk rata.
4. Panaskan cetakan kue lumpur, poles mentega. Tuangi adonan hingga ¾ penuh, tutup dan biarkan sampai setengah matang. *Apinya harus yang keciiil se
kali, supaya matangnya bagus. Kalau nggak, nanti dasarnya keburu menghitam dan atasnya masih basah.
 5. Taburi kismis, tutup lagi, biarkan sampai matang dan angkat. Variasi taburan lain bisa menggunakan parutan keju, irisan nangka,  meises, dll.


Bola Ubi Ungu 
Resep aslinya juga ngintip dari NCC


Legit dan wangi >_<
Bahan:
500 gr ubi ungu, kukus, haluskan
2 sdm gula halus
3 sdm tepung sagu
½ ltr minyak goreng


Method :
1. Campur ubi, gula halus dan tepung sagu, aduk rata. Buat bulatan sebesar bola bekel. *Kalau saya menyisipkan bon
gkahan kecil sekitar 1 sdt gula merah di tengahnya. (hasil nyontek dari penjual gorengan di Depok.. hehehe)
2. Panaskan minyak dengan api sedang. goreng bola ubi hingga kuning kecoklatan. Angkat dan sajikan.
3. Taburi gula halus dan kayu manis bubuk untuk penampilan dan rasa yang lebih kaya.

Sabtu, 23 Maret 2013

Many Ways to Dulce de Leche

Waktu pertama kali baca namanya, saya pikir Dulce de Leche ini sejenis dessert; kue atau pudding. Nggak tahunya, ini adalah nama keren dari susu kental manis yang direbus. Dan ternyata saya sering bikin untuk Medovik :D

Berkat Medovik, jadi kenal Dulce de Leche <3

Kenapa saya share di sini? Karena rasanya enaaaak banget! Malah saya lihat ada teman yang merebus susu kentalnya selama 4 jam lebih, sampai teksturnya jadi agak memadat seperti toffee.

Saya hanya merebus sampai 2 jam, soalnya butuhnya yang agak encer.

Kalau direbus lebih lama lagi, jadinya lebih kental dan lebih enaak!

Cara buatnya mudah sekali, teorinya sih tinggal cemplungin susu kental manis beserta kalengnya ke dalam panci berisi air sampai seluruh kaleng terendam. Setelah itu direbus selama 2 jam (atau sampai 4 jam untuk menghasilkan tekstur toffee). Semakin lama merebusnya, semakin kental dan sedap rasanya.



Tapi mengingat kaleng susu kentalnya ikut direbus, saya prihatin juga. Apalagi rebusnya lama, sampai lebih dari 2 jam. Untung dapat pencerahan dari Natashas Kitchen, kalau susu kentalnya bisa dipindahkan dulu ke tempat selai, baru kemudian direbus. Yang penting, tempat selainya harus yang bagus, supaya tutupnya rapat dan nggak kemasukan air.

Pastikan semuanya terendam air ya.

Ada juga yang membuat Dulce de Leche dengan cara memindahkan susu kentalnya ke loyang pie, terus dipanggang selama 2-3 jam dengan cara au bain marie.

Metode lainnya, bisa juga dengan cara double boiler. Susu kentalnya dituang ke mangkok stainless, letakkan mangkok di atas panci yang berisi air (pancinya kalau bisa lebih kecil dari mangkoknya). Tumpangkan panci ke atas kompor, nyalakan api kecil, masak susunya selama 3 jam sambil diaduk sesekali supaya tidak hangus. Repot juga ya?

Metode double boiler. Gambar diambil dari http://unsophisticook.com/how-to-make-a-double-boiler/

Kalau metode yang saya pakai, cuma perlu ditengok sesekali supaya ketinggian airnya selalu cukup. Jadi tempat selainya selalu terendam air. Banyak lho resep yang pakai Dulce de Leche ini, dan sebenarnya sih nggak perlu diutak-atik juga udah enak banget. Penasaran? Ayo bikin :D

Rabu, 13 Maret 2013

Pudding Custard Kopi Moka

Akhirnyaa! Setelah sibuk dengan proyek Imlek, event akbar Home Made Food Fiesta-nya NCC, dan proyek Valentine (meski telat seminggu) di bulan Februari kemarin, saya akhirnya bisa nge-blog juga! Saking banyaknya resep yang mau saya bagi, sampai bingung mau nulis apa. Pertama-tama, pamer meja baru dulu ya. Hehehehehehe.

Meja baru, pamer dulu :D

Seneng nih, soalnya dulu meja di dapur itu sempiiit banget, begitu ada orderan kue, langsung habis lah space kerjanya. Sekarang punya meja yang besarnya 2x lipat, kerjanya jadi leluasa.

Mejanya dibuatkan sama suami tercintah, dari barang-barang bekas dan seadanya sih. Tapi sesuai banget lah dengan kebutuhan. Permukaan mejanya diberi keramik warna putih yang tidak mengkilap supaya bisa sekalian untuk background foto. Hihuyy! Jadi sekarang kalau mau foto hasil berantakin dapur, gak usah gelar kertas putih dulu :D

Back to the recipe, salah satu yang sempat saya eksekusi dan rasanya amazingly delicious adalah Pudding Custard Mocca. Seperti biasa, saat penjajalan dimulai sih saya nggak banyak berharap. Apalagi saya nggak punya ramekin, walhasil manggangnya sebagian pakai mug kecil, sebagian pakai cup kertas untuk cupcake (yang dalamnya ada lapisan licinnya).


Enak banget dimakan saat cuaca panas terik.

Begitu jadi, sambil menahan diri, saya dinginkan beberapa cup di freezer. Eh ternyata enak banget! Rasanya lembut dan wangi kopi banget (Iyalah, ini kan resep NCC!). Tanpa sadar habis deh 1 cup. Tapi memang harusnya didinginkan secara perlahan sih, soalnya pudding sisanya yang saya biarkan semalaman di kulkas malah lebih enak lagi rasanya.

Habis difoto, disendokin, masuk mulut deh.. hehehehe. Teksturnya lembut banget!

Cara buatnya juga sangat mudah, yang penting perhatikan aja waktu manggangnya ya, jangan terlalu lama atau terlalu sebentar. Kalau terlalu lama sih sepertinya bisa menciut nanti. Monggo resepnya diintip :D

Coffee Mocca Custard Pudding 
Penulis : Fatmah Bahalwan (resep aslinya ada di sini)


Waktu mengocok telurnya, jangan terlalu semangat supaya teksturnya bagus.
Bahan:
500 ml susu cair
150 gr gula pasir
1 sdm kopi instan
1 sdt pasta Mocca (saya pakai 1 sdm bubuk cokelat)
5 btr telur
1 sdt tepung custard

Method :
 
1. Panaskan susu, masukkan kopi instan, aduk rata. Dinginkan. 
2. Menggunakan balloon whisk, kocok telur dan gula hingga gula larut, tuangi susu sedikit demi sedikit sambil tetap diaduk hingga rata. 
3. Larutkan tepung custard dengan sedikit air, tuangkan dalam adonan telur, aduk rata. Tambahkan pasta mocca, aduk rata, saring. 
4. Tuang adonan kedalam beberapa cup alumunium foil (bisa juga pakai ramekin ukuran kecil atau cupcase seperti saya), lalu panggang dalam oven dengan cara Bain Marie (panggang sambil direndam air panas), suhu 180’C selama kurang lebih 1 jam. 
5. Angkat, dinginkan, sajikan. (Lebih enak kalau dimakan setelah didinginkan terlebih dahulu dalam kulkas.)

Minggu, 06 Januari 2013

Jamie Oliver's Banoffee Pie

Cheeky! Mentang-mentang kemarin liburan, pengennya makan enak tapi males masaknya. By the way, ini postingan pertama di 2013, happy new year! Hehehe.. semoga 2013 bisa jadi tahun yang baik untuk kita semua.

Jadi ceritanya tahun baru kemarin ini saya puas-puasin liburan, setelah puas nerima berkat Natal, di tahun barunya, saya niat banget mau perbaikan gizi dan makan enak. Tadinya ide udah bertaburan, mulai dari Bibimbap, Samgyupsal, Oden, pokoknya semua yang belum sempet dijajal deh. Nggak tahunya pas malam tahun baru malah didaulat jadi sous chef di rumah nyokap, tapi jadi kesampean makan shabu-shabu.. hehehe.

Salah satu menu simple : cream soup instan, sebagian airnya diganti susu evaporated dan ditambahi sosis+jagung.

Yang berhasil saya eksekusi selama liburan ada beberapa, dan semuanya resep simpel, kalo yang terlalu rumit rasanya capek duluan baca resepnya. Yang penting rasanya enak!
Saya pertama kali dengar soal Banoffee Pie ini pas lagi nonton Jamie Oliver's 30 Minute Meal. Wuih, intimidating banget karena bikinnya super gampang, dan lagi kalo ada nama besar Jamie Oliver sih, saya tutup mata deh, pasti hasilnya enak.

Banoffee pie yang dipanggang dengan piring, malah lebih enak!

Kebetulan banget waktu itu Mr. Buncit beli pisang kebanyakan (1 tandan lho!), dan ada beberapa sisir yang saya biarkan matang sematang-matangnya untuk ujicoba resep. Kebetulan lagi, waktu mengerjakan orderan Natal kemarin, ada sisa kulit pie. Kalau udah begini, rasanya takdir banget deh untuk jajal resep :D

Harusnya ada foto per slice-nya nihh. Lupa foto, tahu-tahu pie-nya habis :(

Akhirnya dipraktekin deh resepnya Mas Jamie, bedanya kalo punya saya, kulit pie-nya dipanggang dulu sampai matang. Saya buat 2 resep, dapat 1 loyang pie dan 2 pie dalam bentuk piring kue (sama piringnya dipanggang sekalian), semua orang yang saya kasih pie-nya bilang enaaak. Soalnya wangi pisang banget, ditambah krim yang diberi sedikit sirup kopi (ini juga sisa dari Black Cake).

Sesudah ditambahi krim kocok, makin mantap. Sayang ngaduknya terlalu semangat, jadi nggak ada motifnya.

Semuanya berbaur dengan sangat mantap! Pisang yang dimasak dengan karamel, kulit pie yang asin, krim kocok lembut dengan sentuhan rasa kopi, yang kurang cuma serutan coklat. Tapi itu aja udah enak banget. Kalau nggak percaya, silakan coba sendiri :D

BANOFFEE PIE
Saya dapat resepnya dari sini
Video dari Jamie's 30 Minute Meal-nya sudah nggak ada, tapi ada video Banoffee Pie-nya di sini


Bahan :
1 buah kulit pie siap pakai *atau lihat resep kulit pie di bawah
2 buah pisang *saya pakai 6 buah pisang lampung yang ukuran kecil
100 ml susu cair
4 sdm gula kastor
300 ml whipping cream
1 sdm sirup kopi
2 buah pisang untuk topping
100 gr Dark Cooking Chocolate

Method :
1. Blender pisang dan susu sampai tercampur rata dan halus. *kalau nggak suka yang teksturnya terlalu smooth, bisa juga diblender-nya hanya sebentar, asal tercampur saja.
2. Dengan panci (kalau bisa yang anti lengket) yang agak besar, lelehkan gula di atas api besar. Jangan diaduk, cukup digoyang-goyang sampai gulanya meleleh dan warnanya berubah jadi coklat karamel.
3. Tuang campuran susu dan pisang ke lelehan gula, aduk-aduk sampai tercampur rata. *Hati-hati ya, soalnya gulanya panas banget. Jauhkan pancinya supaya nggak terkena cipratan. Dan pastikan semuanya tercampur rata. Punya saya kemarin, gulanya sempat ada yang menggumpal jadi karamel begitu terkena susunya.
4. Tuang ke kulit pie dan diamkan sampai bisa dimasukkan ke freezer. Kalau nggak sabar mau nyicip, masukkan ke dalam freezer selama 20 menit. Kalau untuk disimpan, taruh aja di kulkas bawah selama 30 menit.


Penyelesaian :
- Kocok whip cream sampai kaku. Sesudah kaku, kucuri dengan 1-2 sendok makan sirup kopi, aduk asal supaya membentuk motif marmer.
- Iris-iris pisang, susun di atas pie yang sudah dingin. Tambahkan whip cream kocok.
- Kalau mau lebih lengkap, tambahkan serutan coklat di atasnya dan sajikan.

Resep Kulit Pie ala Eggknock
Bahan (untuk 1 loyang pie diameter 17 cm) :
1 butir kuning telur rebus
25 gr mentega
100 gr margarin
175 gr terigu serbaguna
Boleh juga ditambahkan 1/2 sdt essens vanili

Method :
1. Hancurkan kuning telur rebus dengan menggunakan garpu sampai jadi butiran halus.
2. Masukkan mentega dan margarin, tekan-tekan dengan menggunakan garpu sampai semua tercampur rata.
3. Masukkan tepung terigu (dan vanili kalau pakai), tekan-tekan lagi sambil diaduk sampai semua tercampur rata dan jadi adonan yang solid.
4. Gilas adonan dan cetak ke loyang pie sambil ditekan-tekan supaya adonan menempel di loyang.
5. Tusuk-tusuk bagian dasarnya dengan menggunakan garpu. Panggang dengan suhu 160-175 derajat celcius sampai matang (kalau saya suka yang garing, jadi biasanya dipanggang sampai agak kecoklatan).

Sabtu, 30 April 2011

Lemon-High Sherbet

Pulang-pulang dari toko buah, suami malah bawa 2 lemon besaarr sambil order cheesecake. Sayangnya tukang kuenya lagi males bikin cheesecake akhirnya si lemon mojok di kulkas sampai hari ini (udah hampir sebulan euy). Bingung mau dikreasikan jadi apa, akhirnya googling deh. Dan nemu situs yang cihui bin yahud. Kemaren aja sambil baca sambil ngiler.. hehehe.

Di website joy of baking, ada macam-macam resep lemon. Kreatif banget deh, mulai dari pie, saus isian, lemon bars, daaannn sherbet. Pilihan jatuh ke Sherbet, soalnya lagi males manggang. Hehehe.. lagipula keliatannya sherbetnya enak, nggak perlu kerja keras pula bikinnya. Tinggal campur bahannya, aduk-aduk, masuk freezer, aduk lagi sedikit, jadi deh. Amazing.

Asam-asam dingin, segar!
Kemarin pas diperas, si 2 lemon besar itu cuma menghasilkan 90 ml sari lemon, padahal di resep butuhnya 120 ml. Yah, nekad aja deh diterusin dengan kekurangan 30 ml itu. Gak taunya jadinya malah pas menurut saya, nggak terlalu asem tapi nggak manis juga. Jadinya seger.

Mungkin kalau mau sesuai resep yang sari lemonnya 120 ml, gulanya ditambah sedikit kali yaa.. supaya nggak merem melek makannya (keaseman). Tapi overall, suka banget sama resep ini. Rasanya enak, gampang banget lagi bikinnya. Udah gitu yang paling top, wangi lemonnya berasa banget.. hmmmm..

Oh iya,kemarin juga nggak punya whip cream cair, jadi pakainya whip cream bubuk yang dicampur air dulu. Kalau aslinya sih pakai double cream.. pasti hasilnya lebih enak ya, secara pake whip cream yang kurang "gemuk" aja udah enak kok.

Resepnya yang udah diterjemahin : 
Lemon Sherbet Recipe
Untuk 4 porsi (resep aslinya ada di sini ya)


*1/2 cup (120 ml) sari lemon (2 - 3 lemon yang besar)
*parutan kulit lemon dari 1 buah lemon (saya pakai parutan dari 2 buah lemon)
Note : Parut kulitnya jangan sampai kena bagian putihnya ya, yang kuning aja. Kalau kena putihnya nanti pahit.
*1/2 cup (120 ml) heavy whipping cream (kemarin pakenya whip cream biasa)
*1/2 cup (120 ml) susu
*1/3 cup (65 grams) gula castor (Bisa juga pakai gula pasir yang udah diblender sampai halus)
Note : Kalo nggak suka asam, mungkin bisa ditambah gula pasirnya jadi 70-75 gram. Kalau sesuai resep jadinya agak asam.












Method : 
1. Campur jus/sari lemon, parutan kulit lemon, whip cream, susu, dan gula. Aduk rata. Kalau kurang manis, boleh tambah lagi gulanya.
2. Tutup wadah dan masukkan ke kulkas selama beberapa jam.
3. Setelah dingin, masukkan campuran tersebut ke mesin es krim dan setelah jadi, simpan ke wadah dan masukin freezer.
4. Kalau nggak punya mesin es krim seperti saya, masukkan campuran bahan (2) yang sudah dingin ke wadah (lebih bagus lagi kalau punya wadah stainless supaya lebih cepat dingin), tutup dengan plastik wrapping dan letakkan di freezer selama kurang lebih 4 jam.
5. Aduk adonan sherbet setiap 30 menit supaya teksturnya nggak terlalu beku.
6. Kalau adonan sherbet sudah kokoh (bukan keras yaa), konsistensinya antara es krim dan sorbet (agak creamy tapi nggak selembut es krim), pindahkan ke wadah tertutup dan simpan di freezer.
7. Disarankan untuk bikin sherbetnya 1 hari sebelum konsumsi supaya rasa lemonnya maksimal.